Jumat, 23 Desember 2011
Sabtu, 12 November 2011
PAK BON
Masih ingatkah dengan istilah Pak Bon? Siapakah dia? Apakah dia orang yang terkenal? Ataukah dia orang yang penting buat kita? Atau mungkin saudara semua sudah tidak ingat lagi siapa itu Pak Bon, atau mungkin juga tidak tahu sama sekali siapa itu Pak Bon. Apa Pak Bon itu orang yang rajin nge Bon di kantor yaaaa…? Saya berharap saudara semua bisa mengenang kembali ke masa – masa waktu bersekolah di SD. Saat kita pertama kali masuk ke sekolah, dimana orang tua kita dengan setia menunggu kita belajar. Sebagai siswa baru sering kita merasa was – was dimanakah orang tua kita, sehingga saat belajar kita lebih banyak melihat jendela. Seiring berjalannya waktu akhirnya kita berani belajar tanpa ditunggu orang tua. Tetapi ada saat yang mungkin menegangkan dimana kita ingin ke belakang… ada perasaan takut izin kepada guru, ada perasaan takut berjalan sendiri ke kamar kecil yang ada di sekolah, ada perasaan jijik dengan kamr kecil yang dimiliki sekolah hingga kita enggan ke belakang saat keinginan ke belakang itu ada, dan berbagai macam alesan yan membuat kita tidak jadi ke belakang sehingga kadang kita terpaksa justru buang hajat di dalam kelas sambil menangis. Melihat keadaan itu biasanya ibu guru lalu membujuk dan menasehati kita. Selanjutnya apa ? tidak berapa lama ibu guru memanggil seseorang untuk membersihkan kotoran kita yang ada di dalam kelas. Dan dengan cekatan orang tersebut membersihkan kotoran kita tanpa rasa jijik sekalipun. Begitu juga ketika makanan kita tumpah dengan ketulusan orang tersebut menyapu dan membersihkan meja kita. Saat pagi – pagi sekali kita datang orang tersebut, sudah ada kita, menyambut kita dengan senyum terindahnya sambil membersihkan halaman sekolah. ya orang itulah Pak Bon. Orang yang banyak jasanya pada saat kita masih bersekolah di SD. Dia lakukan semua pekerjaan yang menuntut tanggung jawabnya untuk selalu menjaga kebersihan sekolah. Sering kita dengar istilah Kebersihan adalah pangkal kesehatan, lalu kita disuruh ibu guru untuk membuat jadwal piket. walau demikian tetap saja Pak Bon mempunyai peranan yang sangat penting dalam menjaga kenyamanan, kebersihan dan keasrian sekolah kita. Juga saat kita sendiri di tengah keramaian sekolah biasanya Pak Bon mendekati, dan mengajak kita mengobrol tentang apa saja. Begitu juga saat kita terlupa membawa perlengkapan seragam, kita buru – buru mencarinya untuk meminjam apakah ad persiaan topi atau dasi yang dia simpan, dan dengan hati dia meinjamkan perlengkapan tersebut, mhhhh.. maka selamatlah kita dari hukuman bapak atau ibu guru. Kalau kita lihat kenyataan itu, Dia bukan guru, tetapi banyak yang dilakukannya selalu menunjang, memperlancar dan membuat suasana yang kondusif dalam belajar kita. Dia bukan guru, tetapi apa yang dilakukan, selalu menunjukkan bahwa dia seseorang yang berjiwa guru.
Dalam sebuah cerita ada seorang Pak Bon yang sudah cukup tua, walau begitu tidak hilang semangat dan kegesitannya dalam melaksanakan tugasnya. Semua pekerjaan dilakukannya dengan penuh kegembiraan. Pada suatu hari ia bertemu anak baru di sekolah, karena masih menyendiri maka Pak Bon menemani dan mengajakanya mengobrol, dia menanyakan sekolah murid itu sebelumnya, kenapa pindah dan dimana tinggalknya sekarang. Karena masih belum mampu beradaptasi dengan sekolah barunya, anak itu jadi sering ngompol di kelas. Hal itu terjadi karena dia takut untuk minta izin keluar. Maka Pak Bon itupun sering membantunya saat ke belakang, juga menggantikan celananya yang basah karena ompolnya. Sekian puluh tahun kemudian sekolah itu kedatangan seseorang kaya yang mencari – cari Pak Bon tersebut. Ternyata orang kaya itu adalah anak kecil yang sering dibantunya dahulu. Ia datang bukan mencari gurunya tetapi mencari Pak Bon tersebut. Ia datang dengan membawa kabar gembira yaitu ia telah mendaftarkan Pak Bon tersebut sebagai jamaah haji untuk tahun ini.
Apa yang saya ceritakan semoga bisa menjadi pembelajaran bahwa apapun pekerjaan yang kita lakukan, maka lakukanlah pekerjaan itu dengan kesungguhan dan keikhlasan, Insya Allah pekerjaan itu selain mendapat imbalan berupa upah ataupun gaji, juga akan bisa menjadi ladang amal yang suatu saat nanti pekerjaan itu akan membuahkan sesuatu yang manis.
Minggu, 06 November 2011
DUH LAGUMU NAK..
Aku cukup terperajat ketika mendengarkan seorang anak menyanyikan syair lagu, “ ku hamil duluan sudah tiga bulan, gara – gara pacaran tidurnya berduaan. Ku hamil duluan sudah tiga bulan gara – gara pacaran suka gelap – gelapan...” terlihat dia menyanyikan lagu itu dengan sangat gembiranya. Dia mengucapkan kata – kata dalam syair tanpa canggung. Dalam hatiku bertanya duh nak kamu tahu nggak ya isi lagu itu apa. Apakah dia akan segembira itu jika nanti besar benar – benar hal itu menimpanya.
Yah anak itu tidak tahu makna lagu itu, yang ia dengar adalah alunan musik yang menggerakkannya untuk meniru apa yang dinyanyikan tanpa memahami maknanya. Ia hanya meniru. Musik sebagai bahasa dunia bisa dimengerti dan bisa dipahami oleh semua orang, walaupun dia sendiri tidak mengerti apa maksud atau apa arti dari syair yang ada pada lagu itu sendiri. Sering kita menyanyikan dan mendendangkan lagu – lagu barat yang mungkin lebih banyak tidak tahu arti dari syairnya, tetapi kita sangat menikmati lagu itu, atau bahkan mungkin kita bisa sampai terhanyut oleh alunan lagu tersebut.
Dalam perkembangan seorang anak orang tualah yang mempunyai peran penting dalam mengantarkan anak tersebut hingga mencapai perkembangan yang maksimal baik fisik maupun mental. Selain dari pada itu lingkungan turut pula mempengaruhi perkembangannya. Lingkungan di sini bisa diartikan sebagai lingkugan tempat tinggalnya dan lingkungan dimana dia bersekolah. Bagi orang tua anak yang berkarir, peran pengawasan pertumbuhan dan perkembangan anak biasanya digantikan oleh seorang baby sister atau pembantu rumah tangga.
Salah satu fase dalam perkembangan anak adalah masa meniru apa yang dilihat, dan juga apa yang didengar. Hal inilah yang seharusnya menjadi perhatian lebih, yang harus diberikan kepada anak pada tahap masa perkembangan tersebut. Pemberian perhatian yang lebih dimaksudkan untuk mencapai perkembangan yang sebaik – baiknya pada anak tersebut, terutama pada pola prilaku dan kepribadiannya. Perhatian yang lebih ini jangan disalahartikan sebagai pemberian ruang lingkup yang terbatas agar tidak terkontaminasi dengan prilaku – prilaku yang tidak semestinya, tetapi harus sebagai upaya agar mereka memiliki kepribadian yang baik.
Sebagai orang tua kita sebaiknya harus memiliki waktu untuk mendampingi anak – anak kita saat mereka menonton televisi, dan kita juga harus mampu memberikan keterangan tentang tayangan yang ditonton bersama itu., dengan demikian seorang anak akan mampu menyerap mana yang pantas untuk dirinya dan mana juga yang tidak baik untuk dirinya. Hal ini juga berlaku apabila anak kita menyukai lagu – lagu yang ada di radio maupun televisi. Banyak lagu yang hanya pantas dinyanyikan oleh orang dewasa, dan sebaiknya kita harus bisa memilihkan lagu yang tepat untuk anak-anak kita. Dengan pemilihan lagu – lagu yang tepat untuk mereka, bisa dijadikan sarana untuk penanaman dan pendidikan budi pekerti.
Senin, 31 Oktober 2011
METROMINI DAN KOPAJA
Mungkin apa yang akan saya tuliskan ini adalah suatu permasalahan yang basi, karena hal ini sudah banyak ditulis dan dibahas diberbagai media baik cetak maupun elektronik. Tetapi saya masih nekat juga menulis permasalahan yang membosankan ini karena saya melihat belum ada suatu perubahan yang berarti di lapangan. Pengalamanku sekian tahun menikmati transportasi ini rasanya sebagai manusia kita makin tidak dihargai. Kita tidak dihargai sebagai seseorang yang memberikan imbalan, atas jasa yang diberikan oleh alat tranportasi ini.
Bagi saya dan mungkin orang – orang yang memiliki kemampuan ekonomi setingkat dengan saya, hanya bisa pasrah dengan kenyataan yang ada. Pasrah dan ketidakberdayaan menerima atas pelayanan yang diberikan. Karena saya secara pribadi belum berani mencari pengganti yang layak pakai dan lebih manusiawi dalam urusan transportasi sehari - hari. Hal yang pertama yang kita temui saat menggunakan tranportasi ini adalah, tempat duduk. Tempat duduk yang tertata di dalamnya sungguh – sungguh tidak memberikan ruang kenyamanan untuk kaki. Jika kita duduk dengan sikap yang normal, maka dengkul kita akan mengenai tempat duduk yang di depannya
yang kalau kita tetap nekat dengan sikap duduk normal maka, tidak berapa lama dengkul kita akan sakit karena seperti terjepit. Jadi kalau ingin tidak sakit ( bukan nyaman ) maka kaki, kita posisikan miring. Dengan posisi miring ini maka kaki kita akan bersentuhan dengan penumpang lain. Hal ini akan mengganggu penumpang di sebelah kita. Kalau kita sebagai penumpang pertama ( pagi – pagi sekali ) celana kita menjadi semacam lap untuk tempat duduk yang kita duduki. Hal ini terjadi karena bis jarang dibersihkan. Mungkin supir dan kernet memang sengaja membiarkan karena kalau sering diduduki lama – lama bangkunya juga bersih sendiri. Selanjutkan adalah ruangan dalam bis yang memang selalu kotor dan terkesan kumuh…..biasanya banyak bekas oli di bodi bis bagian dalam. Hal ini juga membuat bau ruangan tidak sedap. Ini kenyataan yang harus diterima oleh sebagian besar masyarakat ekonomi bawah, semua itu karena karena keterbatasan kemampuan ekonomi. Itu bagian dalam bis itu sendiri, bagaimana dengan bagaian luar bis? tidak jauh berbeda. Bagian luar yang banyak dempulnya, sudah bayak karat di sana – sini, lalu asap yang dikeluarkan sangat hitam perkat dan suara bis yang sangat bising. Sangat – sangat jauh dari kelayakan untuk kota Jakarta yang sudah menjadi Kota Megapolitan. Yang selanjutnya juga Si supir dan kernet itu sendiri. Banyak diantara mereka yang hanya sebagai sopir tembakan ( supir pengganti yang belum tentu memiliki SIM ). Sopir dan kernet sering menggunakan busana apa adanya, mereka jauh dari sikap sebagai pelayan jasa. Apalagi kalau pagi hari banyak sopir dan kernet yang tidak mandi. Mungkin tulisan saya yang satu ini agak terlalu, tetapi itu kenyataan yang saya alami. Banyak kernet yang meminta ongkos dengan sikap yang kasar.
Bagaimana pengoperasian kendaraan ini? Kalau mereka jauh dari bis yang lain makanya jalannya seperti keong. Sungguh lambat sekali, tetapi begitu terlihat bis sejurusan di belakangnya maka bis itu akan melaju seperti cheetah. Dan dengan kecepatan yang demikian mereka menaikkan dan menurunkan penumpang semaunya, bahkan lebih banyak di tengah jalan dari pada di pinggir jalan. dari uraian ini saya hanya ingin menyampaikan bahwa Metro Mini dan Kopaja atau kendaraan yang sejenis :
1. Tidak layak sebagai alat transportasi.
2. Sopir dan kenek tidak pantas dalam memberikan jasa pelayanan.
3. Cara sopir mengoperasikan kendaraan ini sangat ugal – ugalan dan tidak mematuhi aturan berlalu – lintas.
4. Membahayakan penumpang dan pengguna jalan lainnya.
Sabtu, 29 Oktober 2011
SERANGAN FAJAR
| ADEGAN FILM SERANGAN FAJAR |
NDESO
![]() |
| Suasana perkampungan di desa |
SERIAL BANG UDIN 8
SEDIH
Seusai sholat Idh.. Bang Udin mendekati Mas Paijo, yang tampak masih duduk bersila sambil menangis sesenggukan dengan menutupi wajahnya. Dalam hati Bang Udin, duh Mas Paijo pasti nih ibadah puasanya diterima oleh Allah, kayaknya dia sedih banget meninggalkan bulan Ramadhan yang penuh kemuliaan. Bang Udin pun makin mendekat ke Mas Paijo sambil berkata " Sudahlah mas..Insya Allah kita dipertemukan kembali dengan bulan Ramadhan di tahun depan, sudah jangan menangis". Mas Paijopun menjawab," Aku menangis bukan karena itu, aku sedih banget karena nggak bisa pulang kampung...
BANGUN SENDIRI
Kenapa Mas kok kesel banget kayaknya, Kata Bang Udin ke Mas Paijo
Mas Paijo : Itu ponakan dari kampung susah banget dibangunin.
Bang Udin : Anakku dong, Si Aliudin nggak perlu dibangunin dan bisa bangun sendiri
Mas Paijo : Hebat banget emang Si Aliudin jam berapa bangunnya Bang..
Bang Udin : Jam setengah 9
Mas Paijo : +(&#@&*- ye terang aja.....
BUTA HURUF
Bang Udin masuk ke sebuah Apotik dan ia bertanya kepada pelayannya..
Bang Udin : Mbak ada vitamin buat orang tua nggak ya?
Pelayan : Ada pak, bapak perlu vitamin apa, Vitamin A, B, C, D atau E
Bang Udin : Waduh saya bingung mbak... ini vitamin buat bapak saya dan dia Buta Huruf
PRAKARYA
Aliudin pulang sekolah terlihat lemes banget. Bang Udin buru2 menghampirinya.
Bang Udin : Kenapa kok loyo banget Ali?
Aliudin : Aku disuruh ngumpulin prakarya rumah2an besok..
Bang Udin : Gampang tar bapak bantuin.
Tidak beberapa lama Bang Udin menyerahkan selembar triplek ke Aliudin
Bang Udin : Nih dah jadi, besok kumpulin ya..
Aliudin ; Yah..mana rumah2annya ?
Bang Udin : Bilang aja ke bu guru rumahnya sudah digusur, Jadi yang dikumpulin ya sebidang tanahnya saja."
Jumat, 28 Oktober 2011
MY HOBBY
Tidak ada yang istimewa dari foto pribadiku yang ku tampilkan di blog ini. Hanya sebuah foto biasa dengan sedikit efek dari photoshop dan background sebuah Violin. Yang menjadi pertanyaan mengapa violin, bukan yang lainnya? Aku bisa saja mengambil latar belakang bangunan yang megah ataupun suatu obyek wisata tertentu yang kalau dilihat secara sekilas terkesan kalau aku sedang berlibur ataupun sedang jalan – jalan. Yah memang violin… Violin ini aku ambil sebagai perlambang dari hobbyku yang sejak kecil memang menyenangi musik. Sebenarnya aku tumbuh bukan dari kalangan keluarga pecinta musik. Hampir tidak ada satu alat musikpun yang dimiliki oleh keluargaku, juga tidak ada peralatan apapun yang dapat dipergunakan untuk memperdengarkan musik. Sejak umur setahun hingga menginjak tujuh tahun aku tinggal di daerah Cilandak Barat, Jakarta Selatan. Sekitar tahun 70an penduduk daerah itu belum mendapatkan layanan listrik. Sebagian dari daerah itu masih berbentuk hutan karet dan persawahan. Jalan desa yang ada masih berbentuk tanah. Radio telah banyak dimiliki oleh penduduk di daerah itu. Namun orang tuaku sendiri belum memilikinya. Maklumlah pekerjaan orang tuaku hanya sebagai tukang kayu, yang kalau lagi mendapat borongan membuat rumah, atau peralatan rumah barulah memiliki uang, kalau tidak ya menganggur. Televisi hitam putih hanya dimiliki beberapa gelintir orang yang bisa dinikmati dengan mempergunakan aki. Jadi dengan kondisi di daerah seperti itu tidak ada sesuatupun yang memotivasi diriku untuk mencintai musik, baik itu hanya sekedar mendengarkan lagu maupun bermain alat musik. Akhir tahun 1973 aku diboyong oleh kakekku ke desa dimana ayahku dahulu dilahirkan, yaitu tepatnya di desa Majir Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Ternyata daerah inipun masih sangat terbelakang. Di tempat kakekku praktis tidak ada hiburan sama sekali. Yang menjadi hiburanku hanya suara – suara alam, seperti gasir, belalang daun, jangkrik dan kodok jika musim penghujan. Dari kesemua itu yang paling aku suka adalah jangkrik. Suara jangkrik adalah suara kedamaian. Aku katakan demikian karena jangkrik hanya mau berbunyi jika suasana tenang. Jika terdengar suara yang lain olehnya dia akan berhenti berbunyi. dan dia baru akan berbunyi kembali jika dianggap bunyi yang ada itu tidak membahayakannya. Makanya kita akan merasa tentram dan damai jika mendengar suara jangkrik.
Kapan hobi musikku tumbuh? itu terjadi sekitar tahun 1977, saat itu aku duduk di kelas IV SD. Waktu itu di sekolahku kedatangan seorang guru baru. Beliau benar – benar masih muda, waktu itu beliu berumur sekitar 19 – 20 tahunan. Umur yang masih cukup muda untuk seorang guru di kala itu. Aku tahu umur beliau karena beliau sendiri yang bercerita . Nama beliau adalah Tito Sungkono. Aku sendiri tidak tahu apa makna dari namanya. Yang aku tahu dari beliau adalah orangnya supel, menyenangkan, dan pandai sekali menarik perhatian murid-muridnya. Sejak itulah aku suka sekali dengan sosok guruku ini. Kebetulan beliau mendapatkan rumah dinas di lingkungan sekolah. Dan rumah kakekku tidak jauh dari sekolah. Oh ya aku lupa menceritakan sejak aku duduk di kelas IV itu rumah kakeku pindah ke desa Lugu. Oleh karena itu aku sering bermain di sekolah dan menemani guruku sehari – hari. kadang aku suka bantu – bantu beliau dari menank nasi hingga mencuci pakaiannya. Kadang aku suka merasa aku seperti anaknya walaupun beliau ini masih bujangan. Dari kedekatan dengan guruku inilah aku mulai mengenal musik. Menurutku beliau adalah guru yang multi talenta. Beliau pandai bermain guitar, pandai menggambar, pandai menyanyi, pandai menari, pandai mocopat ( tembang jawa kuno ) pandai bermain karawitan, pandai mengarang, pandai membuat skenario drama. Dari beliau aku diajarkan apa – apa yang beliau kuasai. Dari sekian banyak ketrampilan yang beliau ajarkan yang paling kusuka adalah bermain musik terutama gitar. Karena beliau orang yang ramah, banyak juga pemuda desa Lugu yang bermain ke rumah dinasnya, beberapa pemuda suka ada yang membawa gitar waktu bermain dan suka menitipkannya di rumah guruku ini. Dari hal itu lah beliau di waktu senggangnya mengajarkan beberapa chord guitar kepadaku. Kecintaan bermain guitar terus berlanjut hingga aku bersekolah di SMP Negeri 1 Kutoarjo. Kebetulan banyak teman-teman yang memiliki guitar, dan aku sering meminjamnya secara bergiliran. Aku mulai trampil bermain guitar walau aku sendiri tidak memiliki guitar, modalnya ya hanya meminjam ke teman – teman. Kemampuan bermain gitar ini menjadi dasar untuk mengenal alat musik yang lain. Dan ketika lulus dari SMP aku pindah ke Jakarta mengikuti orang tuaku kembali. Aku masuk ke SPG Negeri 1 Jakarta dan mengambil jurusan SD dengan spesialisasi musik. Dan hobi musikku inilah yang sekarang mengantarkan aku menjadi seorang guru musik di sebuah SD Islam di daerah Ciledug, Tangerang.
SERIAL BANG UDIN 7
TELEPON GRATIS
Belakangan ini semarak tentang berita penyedotan pulsa. termasuk Mas Paijo yang HPnya sering kecurian. Iseng Bang Udin mengajak ngobrol temen akrabnya itu. “Mas Paijo sini bentar ada gambar gembira nih, " Kata Bang Udin.
Mas Paijo :" Ada apa sih Bang,kok kayaknya ceria banget"
Bang Udin :" Kata temenku, Telkomsel lagi ngadain telpun gratis selama seminggu"
Mas Paijo : " Yang bener Bang.. gimana syarat?''
Bang Udin : ketik *888*nomor tujuan#terus dilampiri surat keterangan tidak mampu dari kelurahan.
Mas Paijo : $*-@2&h,z=...^6(
NGOJEK PART 2
Sudah larut malam Bang Udin masih ngojek. Saat lewat tempat yang sepi terdengar suara cewek memanggilnya. "Bang sini dong anter aku.." Kemana Neng jawab Bang Udin. "Ke Bekasi Bang". Rejeki nomplok dalam hati Bang Udin. Tapi saat mau naik ia melihat dari kaca spion cewek itu berubah mukanya menjadi seram. Bang Udin pun mengegas motornya Yamahanya sekenceng2nya. Setan itu pun berkata" Woooww memang Yamaha selalu terdepan"
BIAR NGGAK KESEDOT PULSANYA
Seperti bisa setelah sholat Isya Bang Udin dan kawan - kawan ngumpul di Pos Ronda. mereka berbicara tentang pencurian pulsa.
Mas Paijo : Semprul aku pakai kartu Simpati, baru ngisi langsung habis...
Mang Yayan : Abdi pake kartu Mentari... sama juga, isi langsung bablas...
Bang Udin : HPku dong gak pernah kecurian pulsa
Pake kartu apa Bang kok bisa gak kecurian, tanya mereka berdua serempak
Bang Udin : Ya supaya kelihatan Smart dan tampil exis aku pake kartu domino....
NGOJEK PART 1
Setelah sembuh dari sakitnya Bang Udin coba ganti profesi, kali ini mencoba peruntungannya jadi tukang ojek. Pagi-pagi sekali ia dapet pelanggan gadis muda dan cantik. Karena bersemangat ia membawa motornya cukup kencang.
Gadis itupun bilang "Bang ojo ke susu to.." wah orang jawa nih batin bang Udin sambil duduknya maju sedikit hingga mepet tengki. Tapi gadis itu bilang lagi " Bang .. ojo ke susu" Bang Udin bingung maka duduknya sekarang agak mendekati stang.. Sekali lagi si Gadis bilang" Bang ojo ke susu..". Bang Udin pun berhenti sambil bilang " Aduh Neng kok panjang bener sih susunya... udah sampai ke stang masih kena juga.."
ONGKOS PASANG
Segala upaya dilakukan Bang Udin untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, termasuk hari ini ia ia jualan perlengkapan wanita. Sudah seharian ia berkeliling kampung hanya 1 - 2 yang membeli. Ia melihat ibu2 yang sedang mencari kutu, maka ditawarkan dagangannya , seperti sisir, ikat rambut, tas HP,jilbab, dan daleman. serorang ibu bertanya " Bang BH ini berapa harganya?'
Bang Udin : " Yang itu 50 ribu"
Ibu : " mahaaalll amat Bang di pasar Cuma 20 ribu”
Karena tidak suka dengan jawaban ibu tadi Bang Udin pun menjawab
Bang Udin : “ Iya Bu.. harga segitu sebenarnya tidak mahal, karena sudah termasuk ongkos pasangnya…
Kamis, 27 Oktober 2011
REUNI
Kini kita berjumpa kembali dalam suatu acara Reuni Perak. Sudah seperti apakah kita sekarang? itu bukanlah suatu permasalahan. Karena yang lebih penting dari itu adalah merekatkan kembali juga mengeratkan kembali ikatan – ikatan silaturahmi yang pernah ada, hingga kita sekarang ini bisa menjadi seperti dahulu yaitu senasib sepenanggungan. Merasa senasib seperti pada waktu masa – masa sekolah dahulu walaupun sekarang kita sudah mempunyai tngkatan kehidupan yang berbeda. Harus kita usahakan sedemikian rupa hingga mampu membuata seperti tidak ada jarak diantaranya. Apalah arti Selanjutnya yang perlu dihindarkan adalah reuni yang isinya hanya sekedar acara kangen – kangenan dan pesta – pesta yang jauh dari nilai – nilai keberkahan. Kalau hal itu yang dilaksanakan secara umum akan terjadi dan terjalin kembali suatu hubungan yang sifatnya di luar jalur, atau sering diistilahkan CLBK ( Cinta Lama Bersemi Kembali / Cinta Lama Belum Kelar ). Secara pribadi hal yang demikian ini akan tersa sangat indah, tetapi kalau dikaji lebih mendalam justru akan meruntuhkan apa – apa yang telah dicapai selama ini, seperti Keluarga, karir di pekerjaan dan juga harta benda yang telah dimiliki. Ada sisi lain yang harus benar – benar dihindarkan dalam reuni yaitu, reuni yang isinya hanya sekedar bentuk pameran kesuksesan alumni, hal ini lah yang akan menciptakan jurang pemisah diantara teman – teman kita dahulu. Teman kita yang merasa belum sukses secara duniawi ( belum punya keluarga, belum punya anak, belum punya pekerjaan/jabatan, belum punya kendaraan ) akan merasa enggan untuk mengikuti kegiatan reuni tersebut. Semisal teman kita itu berkenan hadir maka dia akan merasa minder untuk mengikuti kegiatan tersebut. Terakhir dari tulisan ini yaitu, mari kita merenung bersama, semoga dengan merenung ini, sebagai Alumni SPG Negeri 1 Jakarta, Kita akan mampu menghindarkan diri dan akan dijauhkan dari sifat – sifat suka pamer dan juga sifat sombong. Reuni bersama Alumni SPG Negeri 1 Jakarta yang dilaksanakan pada hari Minggu, 9 Oktober 2011 dan befrtempat di Gedung Serba Guna Kebun Binatang Ragynan terasa begitu istimewa. Keistimewaan yang pertama yaitu pada tanggal pelaksanaannya. Tanggal tersebut jika diurutkan maka menjadi 9 – 10 – 11. Keistimewaan tanggal ini akan memudahkan teman – teman untuk mengenang kembali peristiwa itu. Ke dua adalah tahunnya yaitu Tahun 2011 merupakan tahun dimana kita telah terpi
sahkan sejak 25 tahun yang lalu. 25 tahun merupakan tahun perak, Jadi kalau mau disebutkan reuni yang diadakan kali ini adalah merupakan Reuni Perak. Ketiga tempat penyelenggaraannya yang bisa menjadi hiburan semua anggota keluarga. Selanjutnya waktu yang telah berjalan cukup lama ini, telah merubah kita semua menjadi sesorang yang lebih matang secara kepribadian. Walaupun telah cukup lama perpisahan yang ada, terasa baru kemarin kita berpisah. Masih teringat dalam ingatan bagaimana kita berlari – lari
dari halte Setia Budi, karena waktu hampir mendekati pukul 07.00. Kita berlari karena tidak ingin mendapat hukuman dari bapak guru olah raga kita yaitu Bapak Siregar, yang sudah siap siaga dengan disertai semangat 45 untuk menyetrap kita – kita yang terlambat. Lalu masih juga terbayang jelas bagaimana kita jalan beramai – ramai menuju kolam renang Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brajanegara untuk belajar berenang, dan masih banyak kegiatan lain yang sekarang terasa begitu manis.
Dan yang apling istimewa kisah indah tentang jatuh cinta untuk yang pertama… Aaaah kok rasanya memang baru kemarin ya, alangkah cepatnya waktu berjalan.
jabatan kita , harta kita yang ada sekarang ini jika hanya menjauhkan diri kita dari teman – teman yang pernah mengisi indahnya hari – hari kita dahulu. Alangkah indahnya apabila jabatan, kedudukan, dan harta yang telah dianugerahan kepada kita itu bisa menjadi manfaat untuk teman – teman kita, melalui dan diawali dari pertemuan di Reuni Perak. Itulah sebenarnya makna yang mendalam dari arti sebuah Reuni. Jika hal ini yang kita lakukan Insya Allah reuni itu akan sangat bermanfaat.
SERIAL BANG UDIN 6
Mas Paijo : “Wah keren banget .. motornya baru ya Bang....?”
Bang Udin : “Ah udah beberapa hari aku beli... Ini buat istriku.”
Mas Paijo : “Wooouww... istrimu sudah bisa naik motor Bang..?”
Bang Udin : “Udah lah.. malah kalau naik motor kaya kilat”
Mas Paijo : “secepat kilat kaya pembalap ya Bang?”
Bang Udin : “Bukan itu maksudnya... tapi ya kaya kilat aja, suka menyambar pohon... “
Bang Udin : " istrimu sakit apa Mas..?"
Mas Paijo : " Biasa stres... Bang" jadi tensinya naik terus..
Bang Udin : “Wah pasti obatnya banyak dan mahal dong Mas...
Mas Paijo : “ Gak tuh Bang.. gak dikasih obat sama sekali dia, malah aku ini yang di kasih obat tidur. Aku disuruh minum tiga kali sehari, biar istriku cepat sembuh katanya....
Mas Paijo :Tuh Bang.. keren ya Pak Arif, mobilnya baru.. eh anaknya baru lahir juga. Namanya bagus banget yaitu Arni. itu nama tanda cinta bapak Arif dan Ibu Nisa.. Harus gitu Bang.. kalau cinta ama istri, nama anaknya ada gabungan dari nama bapak ama ibunya.
Bang Udin : kata siapa begitu, tuh tetanggaku gara-gara mau ngasih nama anak pake nama gabungan orang yang bantu waktu lahiran malah jadi barantem mulu...
Mas Paijo : yang mana Bang..
Bang Udin : itu anaknya Pak Abas.
Mas paijo : memangnya siapa nama anaknya Bang...?
Bang Udin : kan waktu lahiran dibantu ama dokter Kukuh Triyadi ama bidan Ella, terus nama bapaknya Abas dan nama ibunya Kokom. jadi deh tu anak namanya KUE BASKOM
Mang Yayan : Bang kok aku bingung ya kalau ngobrol ama bapak – bapak di sini, gimana sih Bang caranya biar keliatan akrab?
Bang Udin : Gampang Mang.. liat aja pekerjaannya. Kalau dia tukang tahu ngobrollah seputar tahu. Kalau ketemu tukang sayur ya bicaralah tentang sayuran. Kalau ketemu tukang lontong ya ngobrol aja tentang lontong gampang kan...?
Mang Yayan : Kalau saya ketemu ketiga - tiganya gimana Bang ngobrolnya?
Bang Udin : Gampang...ngobrol aja tentang gado-gado...
Bang Udin : Ya terang aja, orang sekarang senengnya mementingkan diri sendiri, g kaya orang dulu selalu menjunjung tinggi tanah dan air makanya rukun.
Mas Paijo : Menjunjung tinggi tanah dan air gimana Bang Maksudnya...
Bang Udin : Lo liatin aja orang jaman dahulu kalau minum.
Mas Paijo : Waduh Bang makin g ngerti saya...
Bang Udin : Orang dahulu kan kalau minum pake kendi langsung, kendi dari tanah dan isinya air., terus kalau minum kan diangkat. jadi itu kan menjunjung tinggi tanah dan air...
Mas Paijo : @-*&>"(%$+\2
GURU DAN SIFAT–SIFAT AIR
Air sangat kita perlukan dalam kehidupan. Tanpa air tidaklah mungkin kita bisa hidup. Sebagai makhluk, kita akan dapat bertahan hidup tanpa makanan, tetapi kita akan sulit bertahan hidup tanpa air. Perlu kita ketahui bahwa hampir hampir sebagian besar dari tubuh kita adalah berupa air. Itu sebabnya kita sangat tergantung kepada air. Bagaimanakah sifat – sifat dari itu ? Sifat - sifat air itu diantaranya :
1. mengalir ke tempat yang lebih rendah.
2. Permukaan air yang tenang selalu mendatar.
3. Menekan ke segala arah.
4. Bentuknya seperti wadahnya.
Yang saya sebutkan ini hanya sebagian dari sifat - sifat air tersebut, Lalu apa kaitannya dengan SEORANG GURU ?
Apa GURU hanya boleh tau itu saja dari sifat - sifat air?
Atau GURU harus menghapal sifat - sifat air sebagai bahan untuk mengajar?
Yang lebih penting lagi apakah guru mampu meniru sifat air tersebut dan sebagai guru mampukah kita menempatkan diri kita sebagai air itu sendiri. Sebagai contoh
1. Air mengalir ke tempat yang lebih rendah
Sebagai seorang guru, yang diharapkan sebagai sumber ilmu/nara sumber ilmu tidak menempatkan diri kita di tempat yang tertinggi ( tempat asal sumber air ) tetapi kita mau keluar untuk mengabdikan apa yang kita miliki ini dan mau berbagi serta bergaul dengan siapa saja walau orang tersebut termasuk orang yang tidak mampu. Justru di tempat lebih rendah itulah air memberi kehidupan dan kesuburan. Pengertiannya yaitu kita harus mampu memberikan jalan yang terbaik bagi orang - orang yang tidak mampu ini agar mereka mendapatkan kehidupan yang lebih baik.
2. Permukaan air yang tenang selalu mendatar. Kontek ini sangatlah cocok dengan kepribadian seorang guru. Seseorang yang berkepribadian tenang itu adalah orang memiliki kematangan jiwa. Orang yang demikian ini, mengerti, dan menguasai suatu keadaan tertentu dimana dia berada. Orang yang tenang bertindak dengan perhitungan yang matang, dan dia tidak grasa grusu dalam melakukan sesuatu. Seperti yang yang tertulis dalam Undang – undang No. 14 Tahun 2005 Pasal 8 yaitu tentang Kualifikasi, Kompetensi, dan Sertifikasi dimana pada penjelasannya tentang kompetensi guru disebutkan bahwa seorang guru harus memiliki kompetensi kepribadian selain 3 kompetensi lainnya.
3. Menekan ke segala arah. Seorang guru harus dapat memberi dorongan kepada siapa saja yang menjadi muridnya tanpa membedakan status sosial orang tuanya. Dorongan yang dimaksud di sini adalah dorongan dan motovasi kepada siswa – siswanya agar mampu mencapai prestasi maksimal yang seharusnya dimilikinya. Dalam hal ini guru harus mengenal secara lebih mndalam siswa – siswanya sehingga guru mampu memberikan alternatif – alternatif terbaik bagi siswanya tersebut dalam mencapai presatasi yang diharapkannya.
4. Bentuknya seperti wadahnya. Sifat yang diharapkan ada pada setiap guru di sini adalah bahwa seorang guru tidak hanya mampu mengajar di depan kelas saja. tetapi di harus mempu bersosialisasi dengan baik di masyarakat dan dapat berbaur dengan segala lapisan masyarakat.
Sabtu, 07 Mei 2011
SERIAL BANG UDIN 5
GOSONG
Mas Paijo ini agak katro, oleh Karena itu Bang Udin mengajaknya jalan-jalan supaya wawasannya bertambah. Mereka berdua melewati gedung dan dipintunya tertulis OPEN. Mas Paijo berfikir open kok gede banget ya, kira - kira seberapa besar rotinya. Tiba-tiba seorang bule masuk ke Bank itu, sebelum masuk Mas paijo berteriak-teriak, Mas Bule ojo mleebbuuuu..., tetapi si Bule tetep masuk. tak berapa lama keluarlah seorang negro dari Bank itu. Mas Paijo ngomong..." Oalllah Mas Bule aku bilang apa..jangan masuk kok tetep masuk... yo gosong koweeee....
FATWA MUI
Seperti biasa Bang Udin ama Mas Paijo ngobrol di Pos Ronda
Mas Paijo : Bang.. masih rokok juga ya..kan ada fatwa MUI rokok itu haram.
Bang Udin : Iya mas…saya setuju banget ama fatma itu, rokok itu sangat merusak, kalau perlu kita bakar saja semua pabrik rokok!!!!
Mas Paijo : Katanya setuju.. kok Bang Udin masih rokok juga, gimana sih!!!
Bang Udin : Justru ini Mas..bentuk dukungan saya, pinginnya sih bakar pabriknya, tapi kan gak bisa…. ya saya bakar saja deh hasil dari pabriknya…
MENGANTAR KE SEKOLAH
Pagi ini Bang Udin buru-buru mengantar Aliudin ke sekolah karena kesiangan, sampai-sampai lampu merahpun lewat terus. "Wah Ali bapak salah lewatin lampu merah". "Tenang aja ayah, tuh ada yang sama ama kita"jawab Aliudin. Siapa? kata Bang Udin. " Pak Polisi ayah, ia ngikutin kita sejak ayah lewatin lampu merah tadi", kata Aliudin.
DISTRAP BU GURU
Bang Udin kaget, Aliudin yang baru 1 jam di antar ke sekolah sudah pulang dengan wajah sedih, "Kenapa kamu begitu, kamu nakal ya, kamu melawan guru, kamu berantem, kamu tidak mengerjakan PR, kamu pipis sembarangan," tanya Bang Udin. Aliudin pun selalu menggeleng. Aku di tanya Bu Guru "Siapakah yang menandatangi Teks Proklamasi, ya aku jawab bukan saya Bu Guru" Eh aku disetrap buguru di suruh pulang" jawab Aliudin. "Kenapa kamu nggak ngaku aja sih, kan urusannya nggak begini Ali" kata Bang Udin..
MENEMUI BU GURU
Sebagai orang tua yang bertanggung jawab Bang Udin akhirnya mendatangi gurunya Aliudin. Setelah dibicarakan Ali diperkenankan masuk besok. "Tenang tong kamu besok dah boleh masuk" kata Bang Udin. "Mang ayah ngomong apa ama Bu Guru"tanya si Ali. " Ya ayah boong2 dikit deh kalau yang menandatangi teks proklamasi itu ayah bukan kamu" jawab Bang Udin.
Sabtu, 30 April 2011
DOLANAN GESREK
……
……
……
……
Dolanan berasal dari bahasa Jawa yang artinya permainan. Permainan merupakan suatu aktifitas fisik yang dapat menimbulkan kesenangan. Inti dari permainan adalah mencari kesenangan atau hiburan. Untuk menunjang perkembangan fisik maupun mental anak yang memang paling sering melakukan permainan, maka di dalam permainan itu sendiri sering ditambahkan dengan unsur pendidikan dan juga unsur sosial. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa dalam permainan itu ada unsur hiburan, pendidikan dan juga sosial. Apakah dalam setiap permainan itu harus mengandung ketiga unsur tersebut? Jawabannya adalah bahwa permainan yang baik memang harus mengandung ketiga unsur tersebut. Dalam masa pertumbuhannya setiap anak membutuhkan permainan. Maka dapat dikatakan bahwa dunia anak itu adalah dunia bermain. Dalam bermain seorang anak belajar mengembangkan fungsi – fungsi otot tubuhnya. Juga memaksimalkan fungsi – fungsi indranya, serta mengeksplorasi dunia sekitarnya, menemukan seperti apa lingkungan yang ia tinggali. Dengan bermain, anak-anak menemukan dan mempelajari hal-hal atau keahlian baru dan belajar (learn) serta kapan harus menggunakan keahlian tersebut, serta memuaskan apa yang menjadi kebutuhannya (need). Lewat bermain, fisik anak akan terlatih, kemampuan kognitif dan kemampuan berinteraksi dengan orang lain akan berkembang.
Bagaimanakah permainan di era sekarang ini? Dan juga bagaimana permainan di era tahun 70 an sampai dengan era 80 an? Yang saya bahas di sini adalah permainan masa kecilku yaitu gesrek. Kalau kita kembali ke masa kecil dahulu yaitu sekitar tahun 70 an, permainan yang kita lakukan terutama untukku yang memang banyak menghabiskan masa kecil di sebuah desa kecil di daerah Jawa Tengah tepatnya di desa Lugu, Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo yaitu dir-diran (main kelereng), gesrek, gobak sodor, layangan, dermenan,dam-daman, egrang dan perang-perangan. Permainan yang kami lakukan ini biasanya berdasarkan waktu tertentu. Ada yang dimainkan siang hari, adapula yang dimainkan pada waktu malam hari. Permainan yang dimainkan siang hari adalah dir-diran, gesrek, dan perang-perangan. Permainan yang dimainkan malam hari terutama saat bulan purnama yaitu gobak sodor. Ada juga permainan yang didasarkan pada musim, seperti layangan lebih banyak dimainkan pada musim kemarau. Dermenan adalah permainan yang banyak dimainkan pada saat musim panen. Dari contoh permainan yang saya lakukan di waktu kecil sangat jelas bahwa permainan itu menunjukkan mengeksplorasi dunia sekitarnya, dan menemukan seperti apa lingkungan yang ia tinggali. Yang mungkin agak istimewa adalah permainan gesrek. Permainan ini memanfaatkan sampah yang tidak terpakai dalam hal ini adalah bungkus rokok, yang dilipat menjadi bentuk segitiga. setiap lipatan segitiga itu diberi nilai tertentu yang nilainya tergantung dari merek rokok tersebut. Makin mahal harga rokoknya, maka makin mahal pula nilai bungkusnya. contoh untuk bungkus rokok jarum dan gudang garam nilainya 100, sedangkan bungkus rokok Commodore nilainya bisa mencapai 500. Permainan ini bisa dimainkan beberapa anak dengan mengumpulkan segitiga dari bungkus rokok dengan nilai tertentu misalnya 1000. bungkus yang sudah dilipat itu ditempatkan di sebuah lingkaran yang besar lingkarannya sudah ditentukan bersama. lalu dari jarak sekitar 10 meter setiap anak harus dapat melempar tumpukan bungkus rokok tersebut menggunakan pecahan genting yang berbentuk persegi atau persegi panjang. Bungkus rokok yang terkena lemparan dan keluar dari lingkaran menjadi hak si pelempar. Jika dari semua anak tidak ada yang dapat mengenai tumpukan tadi, maka dilakukan lemparan ke dua dimulai dari genting yang jatuhnya paling dekat dengan tumpukan bungkus tadi. Begitu seterusnya hingga lemparan – lemparan yang ada menghabiskan tumpukan yang ada di dalam lingkaran. Banyak hal yang bisa diambil dari permainan ini seperti ketrampilan melipat dan membuat segitiga. menaksir nilai, menghitung sekelompok segitiga dengan nilai tertentu. Melatih otot-otot lengan, melatih ketrampilan melempar. Unsur hiburan pada permainan gesrek ya sangat jelas ada. Unsur pendidikan yang ada pada permainan ini adalah seperti kemampuan menghitung, kemampuan memperkirakan, melatih kesabaran menunggu giliran. Unsur sosialnya adalah saling menghargai dengan teman sepermainan dan juga tidak boleh sombong jika menang.
Kamis, 28 April 2011
SERIAL BANG UDIN 4
ADA BUAYA
Bang Udin ingin memancing di sungai dekat hutan. Ia melihat seorang anak kecil sedang memancing dari atas pohon. Ia bertanya kepada anak itu" hei, bocah apa disini gak ada ularnya?"
tidak pak" jawabnya. Bang Udinpun nyebur ke sungai itu terus berenang-renang. Karena masih ragu dengan jawaban anak itu iapun tanya lagi, “Hei bocah kamu yakin di sini gak ada ularnya?. Yakin Pak…. ularnya gak ada karena sudah dimakan ama buaya2 yg ada disini...!!!!!
MEMANCING
Bang Udin kagum dengan kehebatan memancing Mas Paijo. Jika memancing hasilnya selalu banyak. Bang Udin lalu minta resep bagaimana caranya supaya memancing dapat banyak.
Bang Udin: Mas gimana caranya supaya mancing itu selalu dapat banyak?
Mas paijo : Gampang Bang, malam sebelum mancing, saya selalu liat bagaimana posisi istriku tidur.
Bang Udin : Maksudnya gimana Mas...?
Mas Paijo : kalau istriku tidur miring ke kiri, lempar pancingnya deket2 saja
Bang Udin : Kalau istrimu tidur miring ke kanan?
Mas Paijo ; Itu artinya harus lempar pancing sejauh-jauhnya
Bang Udin : kalau istri Mas Paijo tidur terlentang.
Mas Paijo : Oh itu artinya aku tidak memancing
MENOLONG
Hari ini Bang Udin bersama teman-temannya memancing di sungai. Tak berapa lama ada seorang wanita teriak-teriak, “tolong…. anak saya kelelep”. Tapi tampaknya tak ada yang menolongnya. Tak berapa lama tampak Bang Udin nyebur. Dengan susah payah ia berhasil menolong anak itu. Ibu anak itu tampak gembira, ia berkata ke Bang Udin" terima kasih pak, telah berjuang menolong anak saya, bapak minta apa aja saya kasih". Bang Udin menjawab sambil megap-megap kebanyakan minum air, gak papa Bu…. terima kasih, saya gak minta apa-apa hanya tolong tunjukin siapa ya yang tadi njorokin saya..."
NANTI AYAHKU MARAH
Pagi-pagi Bang Udin membereskan lemari pakaiannya bersama Aliudin anaknya. Tiba-tiba lemarinya rubuh. Saat itu Mas Paijo mau ajak Aliudin makan di rumahnya.
“ Ali nanti aja kau urus lemari itu, ayo ke rumahku ada makanan enak tenan loooo…” ajaknya
“ nggak ah Pak..makasih nanti ayahku marah” jawab Aliudin
“ Ayo ini makanan super enak, nyobain aja dulu yuk” bujuk Mas Paijo
“ Baiklah pak, tapi Ali yakin ayah pasti marah” lanjut Aliudin
Setelah selesai makan Ali pun berkata” Makasih Pak…. bener2 enak nih kue, tapi nanti ayah pasti marah”
Mas Paijo pun menjawab “ nggak mungkin marah, kan kamu makan enak, tapi ngomong2 memang di mana ayahmu?” Di bawah lemari yang rubuh Pak,” jawab Aliudin.
KECOPETAN
Bang Udin berbelanja daun cincau ke pasar Kramat jati. Tidak seperti dulu, walau hanya berbelanja seperti itu dandanan Bang Udin tampak rapi dan membawa tas. Waktu pulang Bang Udin desak-desakan, hingga tak sadar tasnya raip. Ketika turun Bang Udin pun menggerutu ”Copet kurang ajar tas isinya daun sugi aja diembat juga, kunyah deh situ biar jadi cincau…”
KENTUT
Mas Paijo marah-marah ama sama Bang Udin karena di kentutin.
Mas Paijo: " Bang… mbok jangan begitu dong mosok saya dikentutin"
Bang Udin : "Sekarang gua tanya, kentut itu baik apa buruk?"
Mas Paijo: " Ya jelas kentut itu buruk lah Bang"
Bang Udin: " Makanya kalo buruk gua buang!"
Mas Paijo: " Terus kalo saya jawab baik?"
Bang Udin : "Makanya gua bagi ame elo!"
Sabtu, 23 April 2011
SERIAL BANG UDIN 3
NGINJEK KAKI
Bang Udin orangnya baik, dan tidak pernah mau berurusan dengan aparat. Waktu berdesak-desakan di dalam bis dia bertanya kepada salah satu penumpang yang badannya kekar dan berambut pendek :
"Maaf pak, apakah bapak Polisi ?
"Bukan !"
"Apakah bapak Angkatan Darat ?"
"Bukan !"
"Angkatan Laut atau Angkatan Udara ya ??"
"Juga bukaaan...!"
" He…pak..! gak mau kan mukanya biru kena jurus ane!"
"Lho kenapa ?"
"Ini kaki ente nginjek kaki ane dari tadiiiii !!!!!!!!".
RAKUS
Malam ini Bang Udin, Mas Paijo dan 2 rekannya ngobrol di Pos Ronda sambil makan kacang. Karena asyiknya ngobrol Bang Udin tidak sadar klo Mas Paijo mletakkan kulit kacang di depannya duduk. Tiba2 Mas Paijo bilang, hayo siapa yg paling rakus makan kacang malam ini. Semua yang ada disitu menunjuk ke arah Bang Udin karena tumpukan kulit kacangnya yg paling banyak. Tapi dengan santainya Bang Udin bilang, Menurutku Mas Paijo yg paling rakus, dia makan kacang sama kulit2nya tuh buktinya tidak ada kulit kacang di depannya....
UNTUNG
Setelah diperiksa penyakitnya Bang Udin diminta dateng lagi 3 hari lagi. lalu ia dianter perawat yang cantik ke luar ruangan. melihatnya Bang Udin iseng dan berkata "Saya berani bertaruh 1 juta suster ini cantik karena operasi plastik ya?" "Enak aja ini asli pak", kata suster. "Suster berani bertaruh" jawab Bang Udin. Karena tergiur dengan 1 juta susterpun mau. tapi syratnya saya harus pegang2 muka suster untuk membuktikannya ya.... Oke Jawab suster.Kapan mau membuktikannya. 3 hari lagi ya, jawab Bang Udin. 3 Hari Kemudian Bang Udin datang dengan Mas Paijo. Begitu ketemu suster tersebut, Bang Udin langsung memegang muka suster. seluruh mukanya ia periksa, mulut, pipi, bibir ia pegang. Setelah itu Bang Udin mengakui kalau suster itu tidak operasi plastik. Sini uangnya yg 1 juta kata suster. sebentar ya... Bang Udin mendekati Mas Paijo, bener kan Mas Paijo suster itu tidak marah saya pegang2 berarti Mas Paijo kalah bertaruh 3 juta dengan saya...
KENA TILANG LAGI
Sore ini Bang Udin betul2 flu berat, maka iapun buru-buru ke dokter langganannya. Di tengah perjalanan ia bertemu dengan polisi yang waktu itu mau menilangnya saat dia mau pergi ke pengajian. Kali ini Bang Udin agak sewot dan ia pun bertanya,“Apa lagi salah saya Pak? Saya pake helm, pake jaket, punya SIM, STNK bawa, kenapa saya di tilang ?” Polisi menjawab dengan enteng, “Sebel saya melihat anda,muter2 pake jaket dan pake helm tapi nggak pake motor”
PERBEDAAN
Bang Udin baru beberapa hari pulang dari Bali. Ia ingin bercerita dengan sahabatnya Mas Paijo. Ketika bertemu di Pos Ronda belum sempat ia cerita sudah ditanya Mas Paijo," bang apa bedanya Pil KB dengan Pilkada? " Wah ya beda banget klo Pil KB biar g ada anak, Klo Pilkada buat nyari pemimpin" salah Bang, Pil KB kalau lupa itu jadi, sedangkan Pilkada kalau jadi malah lupa..
Minggu, 17 April 2011
SERIAL BANG UDIN 2
Turis Amerika memanah dan wusss…. apel bisa dijatuhkan lalu ia berkata I am Rambo.
Turis Inggris memanah dan wusss…apel jatuh lalu ia berkata I am Robin Hood
Bang Udin memanah dan wusss… anak panah menempel di jidat dan ia berkata I am sorry
Ada penjual salak yang kebetulan madura menawarkan dagangannya. Bang Udin mencoba menawar
Bang Udin: Cak, salaknya sekilo berapa?
Pejual: Dua puluh rebu.Ni salak istimewa.
Bang Udin : Salak "seupil-upil" begini kok dua puluh ribu. mahal bener, Lima ribu ya Cak?
Penjual merasa tersinggung dengan penawaran yang terlalu "miring" tersebut kemudian dengan spontan menjawab "Lha daripada sampeyan, upilnya sak salak-salak!".
Jumat, 15 April 2011
RUTINITAS
Kita sering mendengar istilah rutinitas dalam lingkup pergaulan kita
sehari – hari. Sebenarnya apa itu rutinitas. Rutinitas berasal dari kata
rutin yang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia rutin memiliki pengertian prosedur yang teratur dan tidak berubah-ubah. Dan prosedur itu sendiri adalah tahapan – tahapan tertentu pada suatu program yang harus dijalankan untuk mencapai suatu tujuan. Jika kita gabungkan pengertian di atas bahwasanya rutin itu adalah suatu langkah-langkah atau tahapan – tahapan pada suatu program ( aktivitas / kegiatan tertentu ) pada suatu program yang telah dirancang untuk mencapai program, yang dilakukan secara teratur, tidak berubah – rubah. Selain itu rutin biasanya dilakukan secara terus – menerus dan berkelanjutan. Dengan demikian rutinitas sepertinya sudah memaku kita pada suatu aktivitas tertentu, tanpa kita memiliki pilihan – pilihan. Akitivitas yang demikian pada awal – awalnya tidak memiliki efek kejenuhan pada diri kita, namun seiring berjalannya waktu kejenuhan itu pasti akan muncul. Jika kejenuhan itu selalu ada dalam aktivitas yang dilakukan, maka mulai munculah stres ringan. Dampak yang nyata dari hal ini adalah timbulnya kebosanan dalam melakukan akitivitas itu sendiri.
Usaha apa yang harus kita lakukan jika kebosanan itu timbul? Tentunya hal ini perlu dicermati oleh semua pihak yang memiliki kaitan dengan rutinitas itu sendiri. Pihak – pihak itu adalah si pelaku akitivitas, yang kedua adalah orang yang terkena dampak dari aktivitas si pelaku. Kembali ke pertanyaan semula yaitu usaha apa yang harus dilakukan jika kebosanan itu timbul, maka yang pertama harus dperhatikan yaitu si pelaku. Jika si pelaku adalah seorang pekerja/pegawai/abdi negara, agar tidak timbul kebosanan dalam dirinya yaitu menyelingi rutinitasnya itu dengan hal-hal yang lain tanpa merugikan produktivitas aktivitasnya. Contoh nyata yang sedang booming saat ini yaitu seperti yang dilakukan oleh Briptu Norman, dimana disela-sela tugasnya menyelingi dengan menyanyikan lagu – lagu India kesukaannya. Hal ini merupakan bagian dari menghilangkan kebosanan pada rutinitas hariannya. Selanjutnya adalah orang – orang yang terkena dampak atau berhubungan langsung dengan aktivitas si pelaku. Orang – orang ini bisa rekan kerja, anak buah, ataupun atasannya. Rekan kerja, anak buah dan atasan adalah orang – orang yang memiliki peran penting dalam menghilangkan kebosanan pelaku pada rutinitasnya. Jika mereka mampu melakukan kerjasama yang baik maka rutinitasnya itu akan menjadi suatu aktivitas yang menyenangkan dan selalu menantang setiap harinya. Tetapi sebaliknya jika mereka tidak mampu diajak bekerjasama, maka kebosanan akan cepat muncul.
Dari sekelumit uraian di atas dapat kita simpulkan bahwa rutinitas sebagai suatu akitivitas dapat menimbulkan suatu kebosanan. Agar hal ini tidak muncul maka harus ada faktor pendorong dari dalam diri pelaku (Internal ) dengan menyelipkan kegiatan lain yang tanpa merugikan kegiatan intinya, dan juga faktor dari luar pelaku (eksternal) berupa kerjasama yang baik dengan pelaku.
Selasa, 12 April 2011
SERIAL BANG UDIN
1. JURUSAN MANA
Hari sudah agak siang, tapi Bang Udin masih berdiri ragu di sebuah halte. Tiba2 datang sebuah bis tingkat, dan kondektur meneriakkan jurusan bis itu. Bang Udin pun bertanya kepada kondektur," Jurusan mana bis ini Bang" karena sudah teriak dari tadi dengan sedikit sewot kondektur menjawab," Gak denger ya ini jurusan Grogol". Bang Udin nanya lagi," Kalau yang atas jurusan mana...?"
2. SURAT
Bang Udin, sore ini pergi mengaji agak jauh dari rumahnya. Oleh karena itu ia membawa motor. Ditengah jalan ia dicegat seorang polisi. "Selamat malam Pak,.. bisa lihat surat-suratnya?" Surat apa Pak,"jawab Bang Udin. "Ya surat-surat kendaraan ini"Jelas Pak Polisi. Bang Udin melanjutkan," Kalau surat kendaraan gak ada Pak, Tapi kalau surat Yasin, surat Al Waqiah, surat Ar Rahman ada, bapak mau pilih yang mana?
3. DONGENG MASA MUDA
Bapaknya Bang Ali alias engkongnya Aliudin lagi crita tentang masa mudanya. Dengan bangganya ia crita ama cucunya si Aliudin. "Suatu malam, waktu engkong masih muda dulu, engkong pulang sendirian, lewat jalan yang gelap ame sepi. Tiba-tiba engkong di hadang oleh lima orang perampok. Dengan gagah engkong lawan tuh mereka berlima ampe terjadi perkelahian yang seru. Kan kong punya jurus2 rahasia, akhirnya 4 orang perampok itu engkong bikin babak belur"
Aliudin: "Wah, hebat banget engkong jago dong! Trus perampok yg satunya lagi gimana kong?"
Engkong pun jawab sambil berbisik: "Sttttsss..... yang satu itu nyang bikin kong masuk rumah sakit"
4. BAYI TERTINGGAL
Bang Udin lagi diri di halte bus.. ia melihat seorang ibu muda terburu-buru turun dari bis, tapi dengan belahan atasnya agak tersingkap sehingga terlihatlah menyembul satu bagian yang seharusnya tertutup. Dengan memperhatikan secara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya Bang Udinpun menegurnya,"maaf Ibu itunya terlihat" Si Ibupun terkejut... Yah bayi saya tertinggal di bis...
5. LUPA
Bang Udin melihat seorang kakek-kakek menangis dipinggir jalan. Ia pun menghampiri dan bertanya, ""Kenapa kong,, kok nangis disini"
Sambil menangis sang kakek menjawab," Kong keingetan ama istri kong yang no. 4, orangnya masih muda, cantik, pinter masak dan perhatian banget ama nkong"
Dengan masih bingung Bang Udin bertanya lagi
"lalu apa masalahnya?, kenapa kong malah nangis gitu, kong harusnya sangat bersyukur??"
Dengan menangis makin keras sang kakekpun menjawab:
"KONG LUPA DI MANA RUMAHnya BINI KONG YANG KE 4 ITU!!!! "
Kamis, 07 April 2011
MALAM JUM’AT KLIWON
Karena jualannya yang kurang laku.. Bang Udin Jum’at ini pergi ke Gunung Kawi. Keinginnannya untuk mendapatkan kekayaan secara instan sudah bulat. Ia pingin seperti Mas Paijo yang sekarang sudah menyetir mobil sendiri saat pulang kampung. Sehabis magrib ia mendaki gunung dengan tujuan bagian tengah gunung yang agak datar dengan pohon beringin yang sangat besar. Setelah berjalan sekitar setengah jam sampailah ia di tempat itu. Suasananya sangat mencekam. Tiba-tiba ia mendengar suara – suara aneh. Iapun bersembunyi di balik pohon. dari balik pohon itulah ia melihat 3 makhluk aneh. Tapi kok mereka seperti manusia yang ganteng-ganteng pikir Bang Udin. Dari poembicaraan yang mereka lakukan Bang Udin tahu, kalau ketika makhluk itu bernama DRAKUDIS ( drakula yang suka gadis), DRAKUBAY ( drakula yang suka bayi )dan DRAKUNE ( drakula yang suka nenek-nenek ). Mereka bermaksud mengadakan lomba adu kecepatan menghisap darah. Pertama Drakudis terbang, 5 menit kemudian ia kembali dengan sisa darah di mulutnya. Wah hebat kamu dapat dimana. Drakudispun menjawab kamu lihat rumah yang di desa bawah itu, gadis dari rumah itu yang aku hisap. Kemudian Drakubay terbang, 3 menit kemudian dia kembali dengan mulut penuh masih penuh darah..Itu ada gardu yg terang kan… nah di gardu itu ada ibu2 sedang meninabobokan bayinya. ketika ibunya meleng langsung aku sikat tuh bayi, kata Drakubay menjelaskan tanpa diminta… Terakhir Drakune iapun langsung terbang, tidak sampai 1 menit ia telah kembali dengan muka penuh darah. Hebat sekali kamu Drakune, dapat nenek-nenek dimana? Drakune pun menjawab Kamu lihat tiang listrik yang di deket gardu tadi gak? Iya jawab Drakudis dan Drakubay serentak… “ Nah aku tadi tidak liat”, jawab Drakune… mendengar jawaban itu Bang Udin tertawa terbahak-bahak. Tapi ketawanya tidak lama karena beberapa saat kemudian ketiga makhluk tadi mengejarnya… Bang Udin pun lari sekencang2nya menyelamatkan diri. Sejak itu ia tidak mau lagi mencari pesugihan ke Gunung Kawi.
Kamis, 03 Februari 2011
SIMBAH TUKIYAH
" Ojo lali yo le..., mengko nek mulih sekolah, mampiro rene....mengko simbah ngengehi panganan", katanya sambil menyelipkan tembakau di bibirnya. ( sedang nginang ). Iya mbah.. jawabku. Itulah perkenalanku dengan mbah Tukiyah, sekitar Bulan Januari tahun 1974. Beliau adalah adik dari simbahku mBah Ponirah. Waktu itu aku memang belum bisa berbahasa Jawa. Maklum baru sekitar 2 - 3 hari pindah ke Jawa. Sebelumnya aku tinggal dengan orang tuaku di Cilandak Barat Jakarta Selatan. Karena sudah usia sekolah, aku belum juga bersekolah, oleh simbahku Karsongadi ( suami dari mBah Ponirah ) aku dibawa ke kampung untuk di sekolahkan di Desa Majir. Tapi akhirnya aku di sekolahkan di SD Lugu di Desa Lugu karena di SD Majir tidak menerima murid lagi, karena sudah penuh. Perjalanan sekitar 1,5 sampai 2 km aku jalani dengan berjalan kaki yaitu dari Desa Majir wetan ke SD Lugu setiap harinya. Oleh karena itu simbah Tukiyah itu berpesan agar aku mampir dulu setiap pulang sekolah. Dan aku memang selalu mampir. Beliau selalu menyediakan makan dengan sayur duduh tempe, kadang jajanan pasar. aku sangat suka sekali sayur ini. Bahkan aku hanya makan menggunakan kuahnya saja. Sedangkan tempenya aku jambal sambil berjalan pulang ke arah Majir Wetan. Rumah simbah Tukiyah ada di Majir Kulon dekat ratan gede. Jadi rumah mBah Tukiyah itu kira - kira terletak di tengah - tengah antara sekolahku dengan rumah simbah Ponirah di Majir Wetan. Seminggu yang lalu aku dengar simbah Tukiyah dipun pundhut Ingkang Moho Kuwaos. Aku hanya bisa menitikkan air mata mengenangnya. Aku selalu ingat senyumnya yang begitu cerah menyambutku saat pulang sekolah dengan susur yang terselip di bibirnya. Duh...mbah.. nyuwun ngapunten ingkang wayah meniko namung saget dedongo mugo2 sedoyo amal ibadah simbah ing ngalam donyo meniko dipun tampi dening Gusti Allah lan dipun ampuni sedoyo dosonipun simbah...
