Laman

Minggu, 06 November 2011

DUH LAGUMU NAK..

 

Aku cukup terperajat ketika mendengarkan seorang anak menyanyikan syair lagu, “ ku hamil duluan sudah tiga bulan, gara – gara pacaran tidurnya berduaan. Ku hamil duluan sudah tiga bulan gara – gara pacaran suka gelap – gelapan...” terlihat dia menyanyikan lagu itu dengan sangat gembiranya. Dia mengucapkan kata – kata dalam syair tanpa canggung. Dalam hatiku bertanya duh nak kamu tahu nggak ya isi lagu itu apa. Apakah dia akan segembira itu jika nanti besar benar – benar hal itu menimpanya.

baruuuuYah anak itu tidak tahu makna lagu itu, yang ia dengar adalah alunan musik yang menggerakkannya untuk meniru apa yang dinyanyikan tanpa memahami maknanya. Ia hanya meniru. Musik sebagai bahasa dunia bisa dimengerti dan bisa dipahami oleh semua orang, walaupun dia sendiri tidak mengerti apa maksud atau apa arti dari syair yang ada pada lagu itu sendiri. Sering kita menyanyikan dan mendendangkan lagu – lagu barat yang mungkin lebih banyak tidak tahu arti dari syairnya, tetapi kita sangat menikmati lagu itu, atau bahkan mungkin kita bisa sampai terhanyut oleh alunan lagu tersebut.

Dalam perkembangan seorang anak orang tualah yang mempunyai peran penting dalam mengantarkan anak tersebut hingga mencapai perkembangan yang maksimal baik fisik maupun mental. Selain dari pada itu lingkungan turut pula mempengaruhi perkembangannya. Lingkungan di sini bisa diartikan sebagai lingkugan tempat tinggalnya dan lingkungan dimana dia bersekolah. Bagi orang tua anak yang berkarir, peran pengawasan  pertumbuhan dan perkembangan anak biasanya digantikan oleh seorang baby sister atau pembantu rumah tangga.

Salah satu fase dalam perkembangan  anak adalah masa meniru apa yang dilihat, dan juga  apa yang didengar. Hal inilah yang seharusnya menjadi perhatian  lebih, yang harus diberikan kepada anak pada tahap masa perkembangan tersebut. Pemberian perhatian yang lebih dimaksudkan untuk mencapai perkembangan yang sebaik – baiknya pada anak tersebut, terutama pada pola prilaku dan kepribadiannya. Perhatian yang lebih ini jangan disalahartikan sebagai pemberian ruang lingkup yang terbatas agar tidak terkontaminasi dengan prilaku – prilaku yang tidak semestinya, tetapi harus sebagai upaya agar mereka memiliki kepribadian yang baik.

Sebagai orang tua kita sebaiknya harus memiliki waktu untuk mendampingi anak – anak kita saat mereka menonton televisi, dan kita juga harus mampu memberikan keterangan tentang tayangan yang ditonton bersama itu., dengan demikian seorang anak akan mampu menyerap mana yang pantas untuk dirinya dan mana juga yang tidak baik untuk dirinya. Hal ini juga berlaku apabila anak kita menyukai lagu – lagu yang ada di radio maupun televisi. Banyak lagu yang hanya pantas dinyanyikan oleh orang dewasa, dan sebaiknya kita harus bisa memilihkan lagu yang tepat untuk anak-anak kita. Dengan pemilihan lagu – lagu yang tepat untuk mereka, bisa dijadikan sarana untuk penanaman dan pendidikan budi pekerti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar