……
……
……
……
Dolanan berasal dari bahasa Jawa yang artinya permainan. Permainan merupakan suatu aktifitas fisik yang dapat menimbulkan kesenangan. Inti dari permainan adalah mencari kesenangan atau hiburan. Untuk menunjang perkembangan fisik maupun mental anak yang memang paling sering melakukan permainan, maka di dalam permainan itu sendiri sering ditambahkan dengan unsur pendidikan dan juga unsur sosial. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa dalam permainan itu ada unsur hiburan, pendidikan dan juga sosial. Apakah dalam setiap permainan itu harus mengandung ketiga unsur tersebut? Jawabannya adalah bahwa permainan yang baik memang harus mengandung ketiga unsur tersebut. Dalam masa pertumbuhannya setiap anak membutuhkan permainan. Maka dapat dikatakan bahwa dunia anak itu adalah dunia bermain. Dalam bermain seorang anak belajar mengembangkan fungsi – fungsi otot tubuhnya. Juga memaksimalkan fungsi – fungsi indranya, serta mengeksplorasi dunia sekitarnya, menemukan seperti apa lingkungan yang ia tinggali. Dengan bermain, anak-anak menemukan dan mempelajari hal-hal atau keahlian baru dan belajar (learn) serta kapan harus menggunakan keahlian tersebut, serta memuaskan apa yang menjadi kebutuhannya (need). Lewat bermain, fisik anak akan terlatih, kemampuan kognitif dan kemampuan berinteraksi dengan orang lain akan berkembang.
Bagaimanakah permainan di era sekarang ini? Dan juga bagaimana permainan di era tahun 70 an sampai dengan era 80 an? Yang saya bahas di sini adalah permainan masa kecilku yaitu gesrek. Kalau kita kembali ke masa kecil dahulu yaitu sekitar tahun 70 an, permainan yang kita lakukan terutama untukku yang memang banyak menghabiskan masa kecil di sebuah desa kecil di daerah Jawa Tengah tepatnya di desa Lugu, Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo yaitu dir-diran (main kelereng), gesrek, gobak sodor, layangan, dermenan,dam-daman, egrang dan perang-perangan. Permainan yang kami lakukan ini biasanya berdasarkan waktu tertentu. Ada yang dimainkan siang hari, adapula yang dimainkan pada waktu malam hari. Permainan yang dimainkan siang hari adalah dir-diran, gesrek, dan perang-perangan. Permainan yang dimainkan malam hari terutama saat bulan purnama yaitu gobak sodor. Ada juga permainan yang didasarkan pada musim, seperti layangan lebih banyak dimainkan pada musim kemarau. Dermenan adalah permainan yang banyak dimainkan pada saat musim panen. Dari contoh permainan yang saya lakukan di waktu kecil sangat jelas bahwa permainan itu menunjukkan mengeksplorasi dunia sekitarnya, dan menemukan seperti apa lingkungan yang ia tinggali. Yang mungkin agak istimewa adalah permainan gesrek. Permainan ini memanfaatkan sampah yang tidak terpakai dalam hal ini adalah bungkus rokok, yang dilipat menjadi bentuk segitiga. setiap lipatan segitiga itu diberi nilai tertentu yang nilainya tergantung dari merek rokok tersebut. Makin mahal harga rokoknya, maka makin mahal pula nilai bungkusnya. contoh untuk bungkus rokok jarum dan gudang garam nilainya 100, sedangkan bungkus rokok Commodore nilainya bisa mencapai 500. Permainan ini bisa dimainkan beberapa anak dengan mengumpulkan segitiga dari bungkus rokok dengan nilai tertentu misalnya 1000. bungkus yang sudah dilipat itu ditempatkan di sebuah lingkaran yang besar lingkarannya sudah ditentukan bersama. lalu dari jarak sekitar 10 meter setiap anak harus dapat melempar tumpukan bungkus rokok tersebut menggunakan pecahan genting yang berbentuk persegi atau persegi panjang. Bungkus rokok yang terkena lemparan dan keluar dari lingkaran menjadi hak si pelempar. Jika dari semua anak tidak ada yang dapat mengenai tumpukan tadi, maka dilakukan lemparan ke dua dimulai dari genting yang jatuhnya paling dekat dengan tumpukan bungkus tadi. Begitu seterusnya hingga lemparan – lemparan yang ada menghabiskan tumpukan yang ada di dalam lingkaran. Banyak hal yang bisa diambil dari permainan ini seperti ketrampilan melipat dan membuat segitiga. menaksir nilai, menghitung sekelompok segitiga dengan nilai tertentu. Melatih otot-otot lengan, melatih ketrampilan melempar. Unsur hiburan pada permainan gesrek ya sangat jelas ada. Unsur pendidikan yang ada pada permainan ini adalah seperti kemampuan menghitung, kemampuan memperkirakan, melatih kesabaran menunggu giliran. Unsur sosialnya adalah saling menghargai dengan teman sepermainan dan juga tidak boleh sombong jika menang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar