Laman

Sabtu, 30 April 2011

DOLANAN GESREK

Laughing out loud……Open-mouthed smile……Rolling on the floor laughing……Nyah-Nyah……Crying face

Dolanan berasal dari bahasa Jawa yang artinya permainan. Permainan merupakan suatu aktifitas fisik yang dapat menimbulkan kesenangan. Inti dari permainan adalah mencari kesenangan atau hiburan. Untuk menunjang perkembangan fisik maupun mental anak yang memang paling sering melakukan permainan, maka di dalam permainan itu sendiri sering ditambahkan dengan unsur pendidikan dan juga unsur sosial. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa dalam permainan itu ada unsur hiburan, pendidikan dan juga sosial. Apakah dalam setiap permainan itu harus mengandung ketiga unsur tersebut? Jawabannya adalah bahwa permainan yang baik memang harus mengandung ketiga unsur tersebut. Dalam masa pertumbuhannya setiap anak membutuhkan permainan. Maka dapat dikatakan bahwa dunia anak itu adalah dunia bermain. Dalam bermain seorang anak belajar mengembangkan fungsi – fungsi otot tubuhnya. Juga memaksimalkan fungsi – fungsi indranya, serta mengeksplorasi dunia sekitarnya, menemukan seperti apa lingkungan yang ia tinggali. Dengan bermain, anak-anak menemukan dan mempelajari hal-hal atau keahlian baru dan belajar (learn) serta kapan harus menggunakan keahlian tersebut, serta memuaskan apa yang menjadi kebutuhannya (need). Lewat bermain, fisik anak akan terlatih, kemampuan kognitif dan kemampuan berinteraksi dengan orang lain akan berkembang.

Bagaimanakah permainan di era sekarang ini? Dan juga bagaimana permainan di era tahun 70 an sampai dengan era 80 an? Yang saya bahas di sini adalah permainan masa kecilku yaitu gesrek. Kalau kita kembali ke masa kecil dahulu yaitu sekitar tahun 70 an, permainan yang kita lakukan terutama untukku yang memang banyak menghabiskan masa kecil di sebuah desa kecil di daerah Jawa Tengah tepatnya di  desa Lugu, Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo yaitu dir-diran (main kelereng), gesrek, gobak sodor, layangan, dermenan,dam-daman, egrang dan perang-perangan. Permainan yang kami lakukan ini biasanya berdasarkan waktu tertentu. Ada yang dimainkan siang hari, adapula yang dimainkan pada waktu malam hari. Permainan yang dimainkan siang hari adalah dir-diran, gesrek, dan perang-perangan. Permainan yang dimainkan malam hari terutama saat bulan purnama yaitu gobak sodor. Ada juga permainan yang didasarkan pada musim, seperti layangan lebih banyak dimainkan pada musim kemarau.  Dermenan adalah permainan yang banyak dimainkan pada saat musim panen. Dari contoh permainan yang saya lakukan di waktu kecil sangat jelas bahwa permainan itu menunjukkan mengeksplorasi dunia sekitarnya, dan menemukan seperti apa lingkungan yang ia tinggali. Yang mungkin agak istimewa adalah permainan gesrek. Permainan ini memanfaatkan sampah yang tidak terpakai dalam hal ini adalah bungkus rokok, yang dilipat menjadi bentuk segitiga. setiap lipatan segitiga itu diberi nilai tertentu yang nilainya tergantung dari merek rokok tersebut. Makin mahal harga rokoknya, maka makin mahal pula nilai bungkusnya. contoh untuk bungkus rokok jarum dan gudang garam nilainya 100, sedangkan bungkus rokok Commodore nilainya bisa mencapai 500. Permainan ini bisa dimainkan beberapa anak dengan mengumpulkan segitiga dari bungkus rokok dengan nilai tertentu misalnya 1000. bungkus yang sudah dilipat itu ditempatkan di sebuah lingkaran yang besar lingkarannya sudah ditentukan bersama. lalu dari jarak sekitar 10 meter setiap anak harus dapat melempar tumpukan bungkus rokok tersebut menggunakan pecahan genting yang berbentuk persegi atau persegi panjang. Bungkus rokok yang terkena lemparan dan keluar dari lingkaran menjadi hak si pelempar. Jika dari semua anak tidak ada yang dapat mengenai tumpukan tadi, maka dilakukan lemparan ke dua dimulai dari genting yang  jatuhnya paling dekat dengan tumpukan bungkus tadi. Begitu seterusnya hingga lemparan – lemparan yang ada menghabiskan tumpukan yang ada di dalam lingkaran. Banyak hal yang bisa diambil dari permainan ini seperti ketrampilan melipat dan membuat segitiga. menaksir nilai, menghitung sekelompok segitiga dengan nilai tertentu. Melatih otot-otot lengan, melatih ketrampilan melempar. Unsur hiburan pada permainan gesrek ya sangat jelas ada. Unsur pendidikan yang ada pada permainan ini adalah seperti kemampuan menghitung, kemampuan memperkirakan, melatih kesabaran menunggu giliran. Unsur sosialnya adalah saling menghargai dengan teman sepermainan dan juga tidak boleh sombong jika menang.

Kamis, 28 April 2011

SERIAL BANG UDIN 4

ADA BUAYA

Bang Udin ingin memancing di sungai dekat hutan. Ia melihat seorang anak kecil sedang memancing dari atas pohon. Ia bertanya kepada anak itu" hei, bocah apa disini gak ada ularnya?"
tidak pak" jawabnya. Bang Udinpun nyebur ke sungai itu terus berenang-renang. Karena masih ragu dengan jawaban anak itu iapun tanya lagi, “Hei bocah kamu yakin di sini gak ada ularnya?. Yakin Pak…. ularnya gak ada karena sudah dimakan ama buaya2 yg ada disini...!!!!!

MEMANCING

Bang Udin kagum dengan kehebatan memancing Mas Paijo. Jika memancing hasilnya selalu banyak. Bang Udin lalu minta resep bagaimana caranya supaya memancing dapat banyak.
Bang Udin: Mas gimana caranya supaya mancing itu selalu dapat banyak?
Mas paijo : Gampang Bang, malam sebelum mancing, saya selalu liat bagaimana posisi istriku tidur.
Bang Udin : Maksudnya gimana Mas...?
Mas Paijo : kalau istriku tidur miring ke kiri, lempar pancingnya deket2 saja
Bang Udin : Kalau istrimu tidur miring ke kanan?
Mas Paijo ; Itu artinya harus lempar pancing sejauh-jauhnya
Bang Udin : kalau istri Mas Paijo tidur terlentang.
Mas Paijo : Oh itu artinya aku tidak memancing

MENOLONG

Hari ini Bang Udin bersama teman-temannya memancing di sungai. Tak berapa lama ada seorang wanita teriak-teriak, “tolong…. anak saya kelelep”. Tapi tampaknya tak ada yang menolongnya. Tak berapa lama tampak Bang Udin nyebur. Dengan susah payah ia berhasil menolong anak itu. Ibu anak itu tampak gembira, ia berkata ke Bang Udin" terima kasih pak, telah berjuang menolong anak saya, bapak minta apa aja saya kasih". Bang Udin menjawab sambil megap-megap kebanyakan minum air, gak papa Bu…. terima kasih, saya gak minta apa-apa hanya tolong tunjukin siapa ya yang tadi njorokin saya..."

NANTI AYAHKU MARAH

Pagi-pagi Bang Udin membereskan lemari pakaiannya bersama Aliudin anaknya. Tiba-tiba lemarinya rubuh. Saat itu Mas Paijo mau ajak Aliudin makan di rumahnya.
“ Ali nanti aja kau urus lemari itu, ayo ke rumahku ada makanan enak tenan loooo…” ajaknya
“ nggak ah Pak..makasih nanti ayahku marah” jawab Aliudin
“ Ayo ini makanan super enak, nyobain aja dulu yuk” bujuk Mas Paijo
“ Baiklah pak, tapi Ali yakin ayah pasti marah” lanjut Aliudin
Setelah selesai makan Ali pun berkata” Makasih Pak…. bener2 enak nih kue, tapi nanti ayah pasti marah”
Mas Paijo pun menjawab “ nggak mungkin marah, kan kamu makan enak, tapi ngomong2 memang di mana ayahmu?” Di bawah lemari yang rubuh Pak,” jawab Aliudin.

KECOPETAN

Bang Udin berbelanja daun cincau ke pasar Kramat jati. Tidak seperti dulu, walau hanya berbelanja seperti itu dandanan Bang Udin tampak rapi dan membawa tas. Waktu pulang Bang Udin desak-desakan, hingga tak sadar tasnya raip. Ketika turun Bang Udin pun menggerutu ”Copet kurang ajar tas isinya daun sugi aja diembat juga, kunyah deh situ biar jadi cincau…”

KENTUT

Mas Paijo marah-marah ama sama Bang Udin karena di kentutin.
Mas Paijo: " Bang… mbok jangan begitu dong mosok saya dikentutin"
Bang Udin : "Sekarang gua tanya, kentut itu baik apa buruk?"
Mas Paijo: " Ya jelas kentut itu buruk lah Bang"
Bang Udin: " Makanya kalo buruk gua buang!"

Mas Paijo: " Terus kalo saya jawab baik?"
Bang Udin : "Makanya gua bagi ame elo!"

Sabtu, 23 April 2011

SERIAL BANG UDIN 3

NGINJEK KAKI

Bang Udin orangnya baik, dan tidak pernah mau berurusan dengan aparat. Waktu berdesak-desakan di dalam bis dia bertanya kepada salah satu penumpang yang badannya kekar dan berambut pendek :
"Maaf pak, apakah bapak Polisi ?
"Bukan !"
"Apakah bapak Angkatan Darat ?"
"Bukan !"
"Angkatan Laut atau Angkatan Udara ya ??"
"Juga bukaaan...!"
" He…pak..! gak mau kan mukanya biru kena jurus ane!"
"Lho kenapa ?"
"Ini kaki ente nginjek kaki ane dari tadiiiii !!!!!!!!".

RAKUS

Malam ini Bang Udin, Mas Paijo dan 2 rekannya ngobrol di Pos Ronda sambil makan kacang. Karena asyiknya ngobrol Bang Udin tidak sadar klo Mas Paijo mletakkan kulit kacang di depannya duduk. Tiba2 Mas Paijo bilang, hayo siapa yg paling rakus makan kacang malam ini. Semua yang ada disitu menunjuk ke arah Bang Udin karena tumpukan kulit kacangnya yg paling banyak. Tapi dengan santainya Bang Udin bilang, Menurutku Mas Paijo yg paling rakus, dia makan kacang sama kulit2nya tuh buktinya tidak ada kulit kacang di depannya....

UNTUNG

Setelah diperiksa penyakitnya Bang Udin diminta dateng lagi 3 hari lagi. lalu ia dianter perawat yang cantik ke luar ruangan. melihatnya Bang Udin iseng dan berkata "Saya berani bertaruh 1 juta suster ini cantik karena operasi plastik ya?" "Enak aja ini asli pak", kata suster. "Suster berani bertaruh" jawab Bang Udin. Karena tergiur dengan 1 juta susterpun mau. tapi syratnya saya harus pegang2 muka suster untuk membuktikannya ya.... Oke Jawab suster.Kapan mau membuktikannya. 3 hari lagi ya, jawab Bang Udin. 3 Hari Kemudian Bang Udin datang dengan Mas Paijo. Begitu ketemu suster tersebut, Bang Udin langsung memegang muka suster. seluruh mukanya ia periksa, mulut, pipi, bibir ia pegang. Setelah itu Bang Udin mengakui kalau suster itu tidak operasi plastik. Sini uangnya yg 1 juta kata suster. sebentar ya... Bang Udin mendekati Mas Paijo, bener kan Mas Paijo suster itu tidak marah saya pegang2 berarti Mas Paijo kalah bertaruh 3 juta dengan saya...

KENA TILANG LAGI

Sore ini Bang Udin betul2 flu berat, maka iapun buru-buru ke dokter langganannya. Di tengah perjalanan ia bertemu dengan polisi yang waktu itu mau menilangnya saat dia mau pergi ke pengajian. Kali ini Bang Udin agak sewot dan ia pun bertanya,“Apa lagi salah saya Pak? Saya pake helm, pake jaket, punya SIM, STNK bawa, kenapa saya di tilang ?” Polisi menjawab dengan enteng, “Sebel saya melihat anda,muter2 pake jaket dan pake helm tapi nggak pake motor”

PERBEDAAN

Bang Udin baru beberapa hari pulang dari Bali. Ia ingin bercerita dengan sahabatnya Mas Paijo. Ketika bertemu di Pos Ronda belum sempat ia cerita sudah ditanya Mas Paijo," bang apa bedanya Pil KB dengan Pilkada? " Wah ya beda banget klo Pil KB biar g ada anak, Klo Pilkada buat nyari pemimpin" salah Bang, Pil KB kalau lupa itu jadi, sedangkan Pilkada kalau jadi malah lupa..

Minggu, 17 April 2011

SERIAL BANG UDIN 2

BULE JADI STRES.
Bang Udin memang tidak mahir berbahasa Inggris, hanya sedikit yang dia kuasai. Ketika sedang berwisata di Bali ia bertabrakan dengan seorang Bule, ia pun berkata "I am sorry...Sir". "I am sorry TOO..", jawab sang bule, eh Bang Udin pikir too sama dengan two ( dua ) ia pun menjawab."I am sorry THREE..", Karena bingung si Bule pun bertanya lagi,” What are you sorry FOR..”? Wah Bang Udin pun makin panik dan iapun menjawab " I am Sorry FIVE? Wah benar-benar bingung nih si bule, ia pun bertanya “Sorry, are you SICK…?”. Sekarang Bang Udin mulai paham dia pikir si bule main hitung-hitungan ia pun menjawab dengan pedenya, “ I am sorry SEVEN”. Sekarang si Bule yang stresss…
FESTIVAL MEMANAH
Sesampai di tanah Lot Bang Udin melihat festival memanah apel yang diletakkan di atas kepala. hanya supaya tidak membahayakan orang yang dikepalanya diletakkan apel, panahnya ujungnya pakai karet yang bentuknya bundar yg biasa bisa menempel di kaca. Karena tertarik Bang Udin ikut festival itu. Untuk babak pertama 3 peserta maju terlebih dahulu, yaitu turis Amerika, Inggris dan Bang Udin.
Turis Amerika memanah dan wusss…. apel bisa dijatuhkan lalu ia berkata I am Rambo.
Turis Inggris memanah dan wusss…apel jatuh lalu ia berkata I am Robin Hood
Bang Udin memanah dan wusss… anak panah menempel di jidat dan ia berkata I am sorry
SALAK
Setelah turun di Bandara Ngurah Rai, Bang Udin jalan jalan di Pulau Dewata itu.
Ada penjual salak yang kebetulan madura menawarkan dagangannya. Bang Udin mencoba menawar
Bang Udin: Cak, salaknya sekilo berapa?
Pejual: Dua puluh rebu.Ni salak istimewa.
Bang Udin : Salak "seupil-upil" begini kok dua puluh ribu. mahal bener, Lima ribu ya Cak?
Penjual merasa tersinggung dengan penawaran yang terlalu "miring" tersebut kemudian dengan spontan menjawab "Lha daripada sampeyan, upilnya sak salak-salak!".
KOTAK HITAM
Baru kali ini Bang Udin naik pesawat. Dan rasa takutnya pesawat akan jatuh melekat dalam pikirannya. Oleh karena itu setelah di dalam pesawat, dia hanya diam. Duduk 3 wanita berlainan daerah di bangku yang adad di depannya. Mereka malah bercerita kalau pesawat jatuh. seorang wanita dari jawa bilang, "sbelum pesawat ini jatuh aku dandan dulu, karena yang cantik pasti dicari terlebih dahulu". Lalu wanita yang dari menado tidak mau kalah" sebelum pesawat ini jatuh aku akan potong rokku sependek mungkin, karena yang terlihat mulus pasti dicari lebih dahulu", Yang dari Papua gak mau kalah" sebelum pesawat jatuh aku mau buka baju" "mana mungkin dicari kan kamu item" kata yang menado dan Jawa " Justru itu.... kan yang pertama dicari pasti kotak hitam dulu" jawab wanita papua....
BELI  KACAMATA
Bapaknya Bang Udin minta di antar untuk beli kacamata. Sampai di toko kacamata pelayan bertanya" Kakek sudah pernah pakai kacamata?'' Belum jawab Bapaknya Bang Udin. Mari kakek saya periksa dulu ya" lanjut pelayan. Coba kek liat huruf ini, jelas gak? Gak jawab Bapak Bang Udin. Saya pakai huruf yang lebih besar deh, jelas gak?'' gaaakkk.. Ni kek yang terakhir, saya pakai model huruf terbesar, jelas gak? Gaaakkkk jawab Bapaknya Bang Udin. " Gimana mau jelas saya gak tau itu huruf apa, kakek kan dulu gak sekolah"

Jumat, 15 April 2011

RUTINITAS


Kita sering mendengar istilah rutinitas dalam lingkup pergaulan kita
sehari – hari. Sebenarnya apa itu rutinitas. Rutinitas berasal dari kata
rutin yang dalam Kamus Besar Bahasa  Indonesia rutin memiliki pengertian prosedur yang teratur dan tidak berubah-ubah. Dan prosedur itu sendiri adalah tahapan – tahapan tertentu pada suatu program yang harus dijalankan untuk mencapai suatu tujuan. Jika kita gabungkan pengertian di atas bahwasanya rutin itu adalah suatu langkah-langkah atau tahapan – tahapan pada suatu program ( aktivitas / kegiatan tertentu ) pada suatu program yang telah dirancang untuk mencapai program, yang dilakukan secara teratur, tidak berubah – rubah. Selain itu rutin biasanya dilakukan secara terus – menerus dan berkelanjutan. Dengan demikian rutinitas sepertinya sudah memaku kita pada suatu aktivitas tertentu, tanpa kita memiliki pilihan – pilihan. Akitivitas yang demikian pada awal – awalnya tidak memiliki efek kejenuhan pada diri kita, namun seiring berjalannya waktu kejenuhan itu pasti akan muncul. Jika kejenuhan itu selalu ada dalam aktivitas yang dilakukan, maka mulai munculah stres ringan. Dampak yang nyata dari hal ini adalah timbulnya kebosanan dalam melakukan akitivitas itu sendiri.

Foto-Briptu-Norman-KamaruUsaha apa yang harus kita lakukan jika kebosanan itu timbul? Tentunya hal ini perlu dicermati oleh semua pihak yang memiliki kaitan dengan rutinitas itu sendiri. Pihak – pihak itu adalah si pelaku akitivitas, yang kedua adalah orang yang terkena dampak dari aktivitas si pelaku. Kembali ke pertanyaan semula yaitu usaha apa yang harus dilakukan jika kebosanan itu timbul, maka yang pertama harus dperhatikan yaitu si pelaku. Jika si pelaku adalah seorang pekerja/pegawai/abdi negara, agar tidak timbul kebosanan dalam dirinya yaitu menyelingi rutinitasnya itu dengan hal-hal yang lain tanpa merugikan produktivitas aktivitasnya. Contoh nyata yang sedang booming saat ini yaitu seperti yang dilakukan oleh Briptu Norman, dimana disela-sela tugasnya menyelingi dengan menyanyikan lagu – lagu India kesukaannya. Hal ini merupakan bagian dari menghilangkan kebosanan pada rutinitas hariannya. Selanjutnya adalah orang – orang yang terkena dampak atau berhubungan langsung dengan aktivitas si pelaku. Orang – orang ini bisa rekan kerja, anak buah, ataupun atasannya. Rekan kerja, anak buah dan atasan adalah orang – orang yang  memiliki peran penting dalam menghilangkan kebosanan pelaku pada rutinitasnya. Jika mereka mampu melakukan kerjasama yang baik maka rutinitasnya itu akan menjadi suatu aktivitas yang menyenangkan dan selalu menantang setiap harinya. Tetapi sebaliknya jika mereka tidak mampu diajak bekerjasama, maka kebosanan akan cepat muncul.

Dari sekelumit uraian di atas dapat kita simpulkan bahwa rutinitas sebagai suatu akitivitas dapat menimbulkan suatu kebosanan. Agar hal ini tidak muncul maka harus ada faktor pendorong dari dalam diri pelaku (Internal ) dengan menyelipkan kegiatan lain yang tanpa merugikan kegiatan intinya, dan juga faktor dari luar pelaku (eksternal) berupa kerjasama yang baik dengan pelaku.

Selasa, 12 April 2011

SERIAL BANG UDIN

1. JURUSAN MANA

Hari sudah agak siang, tapi Bang Udin masih berdiri ragu di sebuah halte. Tiba2 datang sebuah bis tingkat, dan kondektur meneriakkan jurusan bis itu. Bang Udin pun bertanya kepada kondektur," Jurusan mana bis ini Bang" karena sudah teriak dari tadi dengan sedikit sewot kondektur menjawab," Gak denger ya ini jurusan Grogol". Bang Udin nanya lagi," Kalau yang atas jurusan mana...?"

2. SURAT

Bang Udin, sore ini pergi mengaji agak jauh dari rumahnya. Oleh karena itu ia membawa motor. Ditengah jalan ia dicegat seorang polisi. "Selamat malam Pak,.. bisa lihat surat-suratnya?" Surat apa Pak,"jawab Bang Udin. "Ya surat-surat kendaraan ini"Jelas Pak Polisi. Bang Udin melanjutkan," Kalau surat kendaraan gak ada Pak, Tapi kalau surat Yasin, surat Al Waqiah, surat Ar Rahman ada, bapak mau pilih yang mana?

3. DONGENG MASA MUDA

Bapaknya Bang Ali alias engkongnya Aliudin lagi crita tentang masa mudanya. Dengan bangganya ia crita ama cucunya si Aliudin. "Suatu malam, waktu engkong masih muda dulu, engkong pulang sendirian, lewat jalan yang gelap ame sepi. Tiba-tiba engkong di hadang oleh lima orang perampok. Dengan gagah engkong lawan tuh mereka berlima ampe terjadi perkelahian yang seru. Kan kong punya jurus2 rahasia, akhirnya 4 orang perampok itu engkong bikin babak belur"
Aliudin: "Wah, hebat banget engkong jago dong! Trus perampok yg satunya lagi gimana kong?"
Engkong pun jawab sambil berbisik: "Sttttsss..... yang satu itu nyang bikin kong masuk rumah sakit"

4. BAYI TERTINGGAL

Bang Udin lagi diri di halte bus.. ia melihat seorang ibu muda terburu-buru turun dari bis, tapi dengan belahan atasnya agak tersingkap sehingga terlihatlah menyembul satu bagian yang seharusnya tertutup. Dengan memperhatikan secara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya Bang Udinpun menegurnya,"maaf Ibu itunya terlihat" Si Ibupun terkejut... Yah bayi saya tertinggal di bis...

5. LUPA

Bang Udin melihat seorang kakek-kakek menangis dipinggir jalan. Ia pun menghampiri dan bertanya, ""Kenapa kong,, kok nangis disini"
Sambil menangis sang kakek menjawab," Kong keingetan ama istri kong yang no. 4, orangnya masih muda, cantik, pinter masak dan perhatian banget ama nkong"
Dengan masih bingung Bang Udin bertanya lagi
"lalu apa masalahnya?, kenapa kong malah nangis gitu, kong harusnya sangat bersyukur??"
Dengan menangis makin keras sang kakekpun menjawab:
"KONG LUPA DI MANA RUMAHnya BINI KONG YANG KE 4 ITU!!!! "

Kamis, 07 April 2011

MALAM JUM’AT KLIWON

Karena jualannya yang kurang laku.. Bang Udin Jum’at ini pergi ke Gunung Kawi. Keinginnannya untuk mendapatkan kekayaan secara instan sudah bulat. Ia pingin seperti  Mas Paijo yang sekarang sudah menyetir mobil sendiri saat pulang kampung. Sehabis magrib ia mendaki gunung dengan tujuan bagian tengah gunung yang agak datar dengan pohon beringin yang sangat besar. Setelah Bang Udinberjalan sekitar setengah jam sampailah ia di tempat itu. Suasananya sangat mencekam. Tiba-tiba ia mendengar suara – suara aneh. Iapun bersembunyi di balik pohon. dari balik pohon itulah ia melihat 3 makhluk aneh. Tapi kok mereka seperti manusia yang ganteng-ganteng pikir Bang Udin. Dari poembicaraan yang mereka lakukan Bang Udin tahu, kalau ketika makhluk itu bernama DRAKUDIS ( drakula yang suka gadis), DRAKUBAY ( drakula yang suka bayi )dan DRAKUNE ( drakula yang suka nenek-nenek ). Mereka bermaksud mengadakan lomba adu kecepatan menghisap darah. Pertama Drakudis terbang, 5 menit kemudian ia kembali dengan sisa darah di mulutnya. Wah hebat kamu dapat dimana. Drakudispun menjawab kamu lihat rumah yang di desa bawah itu, gadis dari rumah itu yang aku hisap. Kemudian Drakubay terbang, 3 menit kemudian dia kembali dengan mulut penuh masih penuh darah..Itu ada gardu yg terang kan… nah di gardu itu ada ibu2 sedang meninabobokan bayinya. ketika ibunya meleng langsung aku sikat tuh bayi, kata Drakubay menjelaskan tanpa diminta… Terakhir Drakune iapun langsung terbang, tidak sampai 1 menit ia telah kembali dengan muka penuh darah. Hebat sekali kamu Drakune, dapat nenek-nenek dimana? Drakune pun menjawab Kamu lihat tiang listrik  yang di deket gardu tadi gak?  Iya jawab Drakudis dan Drakubay serentak… “ Nah aku tadi tidak liat”, jawab Drakune… mendengar jawaban itu Bang Udin tertawa terbahak-bahak. Tapi ketawanya tidak lama karena beberapa saat kemudian ketiga makhluk tadi mengejarnya… Bang Udin pun lari sekencang2nya menyelamatkan diri. Sejak itu ia tidak mau lagi mencari pesugihan ke Gunung Kawi.