Laman

Senin, 31 Oktober 2011

METROMINI DAN KOPAJA

Metromini01Mungkin apa yang akan saya tuliskan ini adalah suatu permasalahan yang basi, karena hal ini sudah banyak ditulis dan dibahas diberbagai media baik cetak maupun elektronik. Tetapi saya masih nekat juga menulis permasalahan yang membosankan ini karena saya melihat belum ada suatu perubahan yang berarti di lapangan. Pengalamanku sekian tahun menikmati transportasi ini rasanya sebagai manusia kita makin tidak dihargai. Kita tidak dihargai sebagai seseorang yang memberikan imbalan, atas jasa yang diberikan oleh alat tranportasi ini. metro1Bagi saya dan mungkin orang – orang yang memiliki kemampuan ekonomi setingkat dengan saya, hanya bisa pasrah dengan kenyataan yang ada. Pasrah dan ketidakberdayaan menerima atas pelayanan yang diberikan. Karena saya secara pribadi belum berani mencari pengganti  yang layak pakai dan lebih manusiawi dalam urusan transportasi sehari - hari. Hal yang pertama yang kita temui saat menggunakan tranportasi ini adalah, tempat duduk. Tempat duduk yang tertata di dalamnya sungguh – sungguh tidak memberikan ruang kenyamanan untuk kaki. Jika kita duduk dengan sikap yang normal, maka dengkul kita akan mengenai tempat duduk yang di depannya mmyang kalau kita tetap nekat dengan sikap duduk normal maka, tidak berapa lama dengkul kita akan sakit karena seperti terjepit. Jadi kalau ingin tidak sakit ( bukan nyaman ) maka kaki, kita posisikan miring. Dengan posisi miring ini maka kaki kita akan bersentuhan dengan penumpang lain. Hal ini akan mengganggu penumpang di sebelah kita. Kalau kita sebagai penumpang pertama ( pagi – pagi sekali ) celana kita menjadi semacam lap untuk tempat duduk yang kita duduki. Hal ini terjadi karena bis jarang dibersihkan. Mungkin supir dan kernet memang sengaja membiarkan karena kalau sering diduduki lama – lama bangkunya juga bersih sendiri. Selanjutkan adalah ruangan dalam bis yang memang selalu kotor dan terkesan kumuh…..biasanya banyak bekas oli di bodi bis bagian dalam. Hal ini juga membuat bau ruangan tidak sedap. Ini kenyataan yang harus diterima oleh sebagian besar masyarakat ekonomi bawah, semua itu karena karena keterbatasan kemampuan ekonomi. Itu bagian dalam bis itu sendiri, bagaimana dengan bagaian luar bis? tidak jauh berbeda. Bagian luar yang banyak dempulnya, sudah bayak karat di sana – sini, lalu asap yang dikeluarkan sangat hitam perkat dan suara bis yang sangat bising. Sangat – sangat jauh dari kelayakan untuk kota Jakarta yang sudah menjadi Kota Megapolitan. Yang selanjutnya juga Si supir dan kernet itu sendiri. Banyak diantara mereka yang hanya sebagai sopir tembakan ( supir pengganti yang belum tentu memiliki SIM ). Sopir dan kernet sering menggunakan busana apa adanya, mereka jauh dari sikap sebagai pelayan jasa. Apalagi kalau pagi hari banyak sopir dan kernet yang tidak mandi. Mungkin tulisan saya yang satu ini agak terlalu, tetapi itu kenyataan yang saya alami. Banyak kernet yang meminta ongkos dengan sikap yang kasar.

Bagaimana pengoperasian kendaraan ini? Kalau mereka jauh dari bis yang lain makanya jalannya seperti keong. Sungguh lambat sekali, tetapi begitu terlihat bis sejurusan di belakangnya maka bis itu akan melaju seperti cheetah. Dan dengan kecepatan yang demikian mereka menaikkan dan menurunkan penumpang semaunya, bahkan lebih banyak di tengah jalan dari pada di pinggir jalan. dari uraian ini saya hanya ingin menyampaikan bahwa Metro Mini dan Kopaja atau kendaraan yang sejenis :

1. Tidak layak sebagai alat transportasi.

2. Sopir dan kenek tidak pantas dalam memberikan jasa pelayanan.

3. Cara sopir mengoperasikan kendaraan ini sangat ugal – ugalan dan tidak mematuhi aturan berlalu – lintas.

4. Membahayakan penumpang dan pengguna jalan lainnya.

Sabtu, 29 Oktober 2011

SERANGAN FAJAR

ADEGAN FILM SERANGAN FAJAR
Serangan fajar dapat  diartikan secara harfiah, Serangan fajar  terdiri dari dua kata yaitu kata serangan dan kata fajar. Serangan sendiri artinya perlawanan yang dilakukan oleh seseorang ataupun kelompok yang ditujukan kepada lawan atau musuh. Perlawanan secara perorangan biasa dilakukan tangan kosong maupun menggunakan senjata, sedangan serangan yang dilakukan secara kelompok dapat menggunakan kekuatan militer maupun non militer.  Sedangkan kata fajar diartikan sebagai cahaya kemerah-merahan di langit sebelah timur pada waktu matahari mulai terbit. Jadi, makna serangan fajar dapat diartikan sebagai suatu serangan, baik dengan menggunakan kekuatan militer atau non-militer, yang ditujukan kepada lawan yang dilakukan pada waktu matahari mulai terbit. Istilah ini populer karena munculnya film dengan judul yang sama. Serangan Fajar adalah film Indonesia yang diproduksi tahun 1982 dengan disutradarai oleh Arifin C. Noer. Film ini dibintangi antara lain oleh aktor terkenal waktu itu yaitu Amoroso Katamsi. Film ini mengisahkan tentang 3 bagian drama sejarah yang menetukan nasib bangsa Indonesia di tahun 1945, dimana perang telah berakhir dan Indonesia berusaha meraih kemerdekaannya. Kisah ini mengambil tokoh seorang paman dan keponakannya (Temon), dimana kisah ini menceritakan tentang sang paman yang berusaha untuk mendapatkan cinta dari gadis pujaannya sedangkan keponakannya sendiri berusaha  menunggu kedatangan ayahnya yang  berprofesi sebagai tentara untuk kembali dari medan peperangan. Film ini cukup heroik dan sangat membangkitkan rasa nasioalisme kita sebagai anak bangsa. Film ini sukses di pasaran dan juga di Festival Film Indonesia. Di dalam FFI sendiri film ini meraih piala Citra FFI 1982, untuk Film, Cerita, Pemeran Pembantu Wanita, Artistik, Musik, dan Sutradara. Jadi intinya jika kita mengatakan serangan fajar, fikiran kita terasosiasikan bagaimana pejuang – pejuang kemerdekaan pada waktu itu berusaha mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari Bangsa Belanda yang ingin menjajah kembaloi Indonesia., Rasanya jiwa nasionalis kita melambung tinggi dengan adanya istilah ini. Rasa kebangsaan langsung tumbuh dan rasa cnta tanah air langsung melekat dalam diri. Rasanya dada ini bergemuruh bangga dan tepuk tangan yang riuh rendah saat menyaksikan dalam film yang berdurasi 120 menit itu menampilkan adegan – adegan yang menggambarkan keberanian para pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan.
Bagaimana istilah Serangan Fajar itu digunakan saat ini?   Sungguh suatu kenyataan yang jauh dari makna – makna yanb berusaha ditanamkan melalui Film yang saya ceritakan di atas. Serangan fajar saat ini lebih berkaitan dengan adanya Pemilu atau Pemilukada. Dalam Pemilku dan Pemilukada saat ini Serangan Fajar diartikan sebagai suap politik, yaitu dengan cara pemberian uang dalam jumlah tertentu yang dilakukan oleh kandidat yang ikut dalam pemilu atau Pemilukada dengan tujuan agar para pemilih mau menggunakan hak pilihnya untuk mencoblos kandidat yang melakukan Serangan Fajar tersebut. Seorang kandidat walaupun tidak memilki program yang jelas dalam kepemimpinannya bisa jadi akan keluar sebagai pemenang dalam Pemilu dan Pemilukada, Jikalau ia mampu membeli sebanyak – banyak suara para pemilih. Dengan demikian Seorang pemimpin yang memenangkan pemilu melalui jalur serangan fajar, bisa diindikasikan sebagai pemimpin yang kurang berkualitas. Bagaimanakah suatu daerah yang dipimpin oleh pemimpin yang demikian ini? tentunya daerah tersebut akan banyak mengalami hambatan dalam pembangnannya, karena adanya berbagai kepentingan dari berbagai elemen baik secara pribadi maupun kelompok yang turut mensukseskan pemimin yang memenangkan pemilu melalui jalur serangan fajar. Sungguh makna yang jauh berbeda antara dahulu dan sekarang. Apakah anda pernah mendapatkan serangan fajar? Apakah anda menerimanya? Alasan apakah hingga anda mau menerimanya? Silakan jawab sendiri karena itu hak pribadi anda.

NDESO

Ndeso… itu istilah umum yang terlontar ketika melihat sesorang berperilaku yang kita anggap belum modern. Istilah ini sering digunakan juga untuk melecehkan seseorang yang dianggap berwawasan sempit. Istilah inipun dilontarkan untuk seseorang yang dianggap kuno. Ndeso dapat kita artikan sebagai berperilaku seperti orang desa. Yang jadi pertanyaan di sini adalah,  perilaku orang desa yang bagaimana yang dapat dikategorikan sebagai tidak modern, berwawasan sempit, ataupun kuno.
Secara umum kita kalau memandang orang desa adalah orang yang selalu ketinggalan perkembangan dari informasi, ilmu, dan pengetahuan. Sehingga mereka kalau melihat sesuatunya yang berasal dari kota itu selalu ter kagum - kagum. Dan apabila  ditanyakan tentang sesuatu yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi pasti jawabannya adalah tidak tahu. Ini yang sering kita sebut dengan istilah ndeso. Secara wawasan global sikap ndeso ini harus kita hindari. Sebagai pribadi siapapun dan dimanapun sebaiknya memiliki pengetahuan yang luas dan mampu menguasai dan mempergunakan ilmu pengetahuan itu secara selayaknya. Jadi intinya walau kita sebagai orang desa ataupun orang yang berasal dari desa jangan sampai tertinggal akan ilmu pengetahuan dan informasi. Di masa sekarang hal ini sangat dimungkinkan dengan hadirnya sarana - sarana yang mampu memberikan informasi secara global dengan biaya yang relatif murah atau dapat terjangkau oleh semua lapisan masyarakat baik dia yang berada di kota maupun mereka - mereka yang berada di desa - desa. Sarana itu adalah handphone yang memiliki fitur yang mampu mengakses jaringan internet. Selain daripada itu juga di desa - desa sekarang ini  sudah menjamur berdirinya warnet - warnet yang  dapat memberikan pelayanan kebutuhan akan internet. Secara umum generasi muda yang berada di desa pasti telah mengenal akan internet, jika ini digunakan secara benar sedikit banyaknya akan mengikis ungkapan tentang ndeso.
Suasana perkampungan di desa
Ada yang istimewa dari orang yang kita sebut ndeso. Mereka secara perilaku sangat menjaga nilai - nilai dan norma - norma kesusilaan yang ada seperti  tata krama dan sopan santun. Mereka selalu memuliakan dan menghormati orang yang mereka kenal. Apalagi kalau orang itu yang berasal dari kota, atau orang yang telah memiliki pendidikan yang lebih tinggi. Secara umum mereka juga orang yang sangat ramah dan juga rendah hati.
Inti  dari yang saya tulis ini adalah sebaiknya kita jangan menghilangkan sikap ndeso terutama pada masalah prilaku dalam menjaga nilai - nilai dan norma - norma kesusilaan, tetapi kita juga harus tetap memiliki wawasan akan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan mampu menguasai serta menggunakannya secara tepat guna. Jika hal ini ada pada diri kita Insya Allah kita akan menjadi seseorang yang maju tanpa kehilangan jati diri kita, dan kita tidak mudah  terombang -ambing oleh kemajuan jaman. Semoga demikian adanya.....


SERIAL BANG UDIN 8

SEDIH

Seusai sholat Idh.. Bang Udin mendekati Mas Paijo, yang tampak masih duduk bersila sambil menangis sesenggukan dengan menutupi wajahnya. Dalam hati Bang Udin, duh Mas Paijo pasti nih ibadah puasanya diterima oleh Allah, kayaknya dia sedih banget meninggalkan bulan Ramadhan yang penuh kemuliaan. Bang Udin pun makin mendekat ke Mas Paijo sambil berkata " Sudahlah mas..Insya Allah kita dipertemukan kembali dengan bulan Ramadhan di tahun depan, sudah jangan menangis". Mas Paijopun menjawab," Aku menangis bukan karena itu, aku sedih banget karena nggak bisa pulang kampung...

BANGUN SENDIRI

Kenapa Mas kok kesel banget kayaknya, Kata Bang Udin ke Mas Paijo
Mas Paijo : Itu ponakan dari kampung susah banget dibangunin.
Bang Udin : Anakku dong, Si Aliudin nggak perlu dibangunin dan bisa bangun sendiri
Mas Paijo : Hebat banget emang Si Aliudin jam berapa bangunnya Bang..
Bang Udin : Jam setengah 9
Mas Paijo : +(&#@&*- ye terang aja.....

BUTA HURUF

Bang Udin masuk ke sebuah Apotik dan ia bertanya kepada pelayannya..
Bang Udin : Mbak ada vitamin buat orang tua nggak ya?
Pelayan : Ada pak, bapak perlu vitamin apa, Vitamin A, B, C, D atau E
Bang Udin : Waduh saya bingung mbak... ini vitamin buat bapak saya dan dia Buta Huruf

PRAKARYA

Aliudin pulang sekolah terlihat lemes banget. Bang Udin buru2 menghampirinya.
Bang Udin : Kenapa kok loyo banget Ali?
Aliudin : Aku disuruh ngumpulin prakarya rumah2an besok..
Bang Udin : Gampang tar bapak bantuin.
Tidak beberapa lama Bang Udin menyerahkan selembar triplek ke Aliudin
Bang Udin : Nih dah jadi, besok kumpulin ya..
Aliudin ; Yah..mana rumah2annya ?
Bang Udin : Bilang aja ke bu guru rumahnya sudah digusur, Jadi yang dikumpulin ya sebidang tanahnya saja."

Jumat, 28 Oktober 2011

MY HOBBY

ME 6

Tidak ada yang istimewa dari foto pribadiku yang ku tampilkan di blog ini. Hanya sebuah foto biasa dengan sedikit efek dari photoshop dan background sebuah Violin. Yang menjadi pertanyaan  mengapa violin, bukan yang lainnya? Aku bisa saja mengambil latar belakang bangunan yang megah ataupun suatu obyek wisata tertentu yang kalau dilihat secara sekilas terkesan kalau aku sedang berlibur ataupun sedang jalan – jalan. Yah memang violin… Violin ini aku ambil sebagai perlambang dari hobbyku yang sejak kecil memang menyenangi musik. Sebenarnya aku tumbuh bukan dari kalangan keluarga pecinta musik. Hampir tidak ada satu alat musikpun yang dimiliki oleh keluargaku, juga tidak ada peralatan apapun yang dapat dipergunakan untuk memperdengarkan musik. Sejak umur setahun hingga menginjak tujuh tahun aku tinggal di daerah Cilandak Barat, Jakarta Selatan. Sekitar tahun 70an penduduk daerah itu belum mendapatkan layanan listrik. Sebagian dari daerah itu masih berbentuk hutan karet dan  persawahan. Jalan desa yang ada masih berbentuk tanah. Radio telah banyak dimiliki oleh penduduk di daerah itu. Namun orang tuaku sendiri belum memilikinya. Maklumlah pekerjaan orang tuaku hanya sebagai tukang kayu, yang kalau lagi mendapat borongan membuat rumah, atau peralatan rumah barulah memiliki uang, kalau tidak ya menganggur. Televisi hitam putih hanya dimiliki beberapa gelintir orang yang bisa dinikmati dengan mempergunakan aki. Jadi dengan kondisi di daerah seperti itu tidak ada sesuatupun  yang memotivasi  diriku untuk mencintai musik, baik itu hanya sekedar mendengarkan lagu maupun bermain alat musik. Akhir tahun 1973 aku diboyong oleh kakekku ke desa dimana ayahku dahulu dilahirkan, yaitu tepatnya di desa Majir Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Ternyata daerah inipun masih sangat terbelakang. Di tempat kakekku praktis tidak ada hiburan sama sekali. Yang menjadi hiburanku hanya suara – suara alam, seperti gasir, belalang daun, jangkrik dan kodok jika musim penghujan. Dari kesemua itu yang paling aku suka adalah jangkrik. Suara jangkrik adalah suara kedamaian. Aku katakan demikian karena jangkrik hanya mau berbunyi jika suasana tenang. Jika terdengar suara yang lain olehnya dia akan berhenti berbunyi. dan dia baru akan berbunyi kembali jika dianggap bunyi yang ada itu tidak membahayakannya. Makanya kita akan merasa tentram dan damai jika mendengar suara jangkrik.

Kapan hobi musikku tumbuh? itu terjadi sekitar tahun 1977, saat itu aku duduk di kelas IV SD. Waktu itu di sekolahku kedatangan seorang guru baru. Beliau benar – benar masih muda, waktu itu beliu berumur sekitar 19 – 20 tahunan. Umur yang masih cukup muda untuk seorang guru di kala itu. Aku tahu umur beliau karena beliau sendiri yang bercerita . Nama beliau adalah Tito Sungkono. Aku sendiri tidak tahu apa makna dari namanya. Yang aku tahu dari beliau adalah orangnya supel, menyenangkan, dan pandai sekali menarik perhatian murid-muridnya. Sejak itulah aku suka sekali dengan sosok guruku ini. Kebetulan beliau mendapatkan rumah dinas  di lingkungan sekolah. Dan rumah kakekku tidak jauh dari sekolah. Oh ya aku lupa menceritakan sejak aku duduk di kelas IV itu rumah kakeku pindah ke desa Lugu. Oleh karena itu aku sering bermain di sekolah dan menemani guruku sehari – hari. kadang aku suka bantu – bantu beliau dari menank nasi hingga mencuci pakaiannya. Kadang aku suka merasa aku seperti anaknya walaupun beliau ini masih bujangan. Dari kedekatan dengan guruku inilah aku mulai mengenal musik. Menurutku beliau adalah guru yang multi talenta. Beliau pandai bermain guitar, pandai menggambar, pandai menyanyi, pandai menari, pandai mocopat ( tembang jawa kuno ) pandai bermain karawitan, pandai mengarang, pandai membuat skenario drama. Dari beliau aku diajarkan apa – apa yang beliau kuasai. Dari sekian banyak ketrampilan yang beliau ajarkan yang paling kusuka adalah bermain musik terutama gitar. Karena beliau orang yang ramah, banyak juga pemuda desa Lugu yang bermain ke rumah dinasnya, beberapa  pemuda suka ada yang membawa gitar waktu bermain dan suka menitipkannya di rumah guruku ini. Dari hal itu lah beliau di waktu senggangnya mengajarkan beberapa chord guitar kepadaku. Kecintaan bermain guitar terus berlanjut hingga aku bersekolah di SMP Negeri 1 Kutoarjo. Kebetulan banyak teman-teman yang memiliki guitar, dan aku sering meminjamnya secara bergiliran. Aku mulai trampil bermain guitar walau aku sendiri tidak memiliki guitar, modalnya ya hanya meminjam ke teman – teman. Kemampuan bermain gitar ini menjadi dasar untuk mengenal alat musik yang lain. Dan ketika lulus dari SMP aku pindah ke Jakarta mengikuti orang tuaku kembali. Aku masuk ke SPG Negeri 1 Jakarta dan mengambil jurusan SD dengan spesialisasi musik. Dan hobi musikku inilah yang sekarang mengantarkan aku  menjadi seorang guru musik di sebuah SD Islam di daerah Ciledug, Tangerang.

SERIAL BANG UDIN 7

TELEPON GRATIS

Belakangan ini semarak tentang berita penyedotan pulsa. termasuk Mas Paijo yang HPnya sering kecurian. Iseng Bang Udin mengajak ngobrol temen akrabnya itu. “Mas Paijo sini bentar ada gambar gembira nih, " Kata Bang Udin.
Mas Paijo :" Ada apa sih Bang,kok kayaknya ceria banget"
Bang Udin :" Kata temenku, Telkomsel lagi ngadain telpun gratis selama seminggu"
Mas Paijo : " Yang bener Bang.. gimana syarat?''
Bang Udin : ketik *888*nomor tujuan#terus dilampiri surat keterangan tidak mampu dari kelurahan.
Mas Paijo :
$*-@2&h,z=...^6(

NGOJEK PART 2

Sudah larut malam Bang Udin masih ngojek. Saat lewat tempat yang sepi terdengar suara cewek memanggilnya. "Bang sini dong anter aku.." Kemana Neng jawab Bang Udin. "Ke Bekasi Bang". Rejeki nomplok dalam hati Bang Udin. Tapi saat mau naik ia melihat dari kaca spion cewek itu berubah mukanya menjadi seram. Bang Udin pun mengegas motornya Yamahanya sekenceng2nya. Setan itu pun berkata" Woooww memang Yamaha selalu terdepan"

BIAR NGGAK KESEDOT PULSANYA

Seperti bisa setelah sholat Isya Bang Udin dan kawan - kawan ngumpul di Pos Ronda. mereka berbicara tentang pencurian pulsa.
Mas Paijo : Semprul aku pakai kartu Simpati, baru ngisi langsung habis...
Mang Yayan : Abdi pake kartu Mentari... sama juga, isi langsung bablas...
Bang Udin : HPku dong gak pernah kecurian pulsa
Pake kartu apa Bang kok bisa gak kecurian, tanya mereka berdua serempak
Bang Udin : Ya supaya kelihatan Smart dan tampil exis aku pake kartu domino....

NGOJEK PART 1

Setelah sembuh dari sakitnya Bang Udin coba ganti profesi, kali ini mencoba peruntungannya jadi tukang ojek. Pagi-pagi sekali ia  dapet pelanggan gadis muda dan cantik. Karena bersemangat ia membawa motornya cukup kencang.
Gadis itupun bilang "Bang ojo ke susu to.." wah orang jawa nih batin bang Udin sambil duduknya maju sedikit hingga mepet tengki. Tapi gadis itu bilang lagi " Bang .. ojo ke susu" Bang Udin bingung maka duduknya sekarang agak mendekati stang.. Sekali lagi si Gadis bilang" Bang ojo ke susu..". Bang Udin pun berhenti sambil bilang " Aduh Neng kok panjang bener sih susunya... udah sampai ke stang masih kena juga.."

ONGKOS PASANG

Segala upaya dilakukan Bang Udin untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, termasuk hari ini ia ia jualan perlengkapan wanita. Sudah seharian ia berkeliling kampung hanya 1 - 2 yang membeli. Ia melihat ibu2 yang sedang mencari kutu, maka ditawarkan dagangannya , seperti sisir, ikat rambut, tas HP,jilbab, dan daleman. serorang ibu bertanya " Bang BH ini berapa harganya?'
Bang Udin : " Yang itu 50 ribu"
Ibu : " mahaaalll amat Bang di pasar Cuma 20 ribu”
Karena tidak suka dengan jawaban ibu tadi Bang Udin pun menjawab
Bang Udin : “ Iya Bu.. harga segitu sebenarnya tidak mahal, karena sudah termasuk ongkos pasangnya…

Kamis, 27 Oktober 2011

REUNI

 

1Reuni bersama Alumni SPG Negeri 1 Jakarta yang dilaksanakan pada hari Minggu, 9 Oktober 2011 dan befrtempat di Gedung Serba Guna Kebun Binatang Ragynan terasa begitu istimewa. Keistimewaan yang pertama yaitu pada tanggal pelaksanaannya. Tanggal tersebut jika diurutkan maka menjadi 9 – 10 – 11. Keistimewaan tanggal ini akan memudahkan teman – teman untuk mengenang kembali peristiwa itu. Ke dua adalah tahunnya yaitu  Tahun 2011 merupakan tahun dimana kita telah terpi3sahkan sejak 25 tahun yang lalu. 25 tahun merupakan tahun perak, Jadi kalau mau disebutkan reuni yang diadakan kali ini adalah merupakan  Reuni Perak.  Ketiga tempat penyelenggaraannya yang bisa menjadi hiburan semua anggota keluarga. Selanjutnya waktu yang telah berjalan cukup lama ini, telah merubah kita semua menjadi sesorang yang lebih matang secara kepribadian. Walaupun telah cukup lama perpisahan yang ada, terasa baru kemarin kita berpisah. Masih teringat dalam ingatan bagaimana kita berlari – lari 4dari halte Setia Budi, karena waktu hampir mendekati pukul 07.00. Kita berlari karena tidak ingin mendapat hukuman dari bapak guru olah raga kita yaitu Bapak Siregar, yang sudah siap siaga dengan disertai semangat 45 untuk menyetrap kita – kita yang terlambat. Lalu masih juga terbayang jelas bagaimana kita jalan beramai – ramai menuju kolam renang Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brajanegara untuk belajar berenang, dan masih banyak kegiatan lain yang sekarang terasa begitu manis. OLYMPUS DIGITAL CAMERADan yang apling istimewa kisah indah tentang jatuh cinta untuk yang pertama… Aaaah kok rasanya memang baru kemarin ya, alangkah cepatnya waktu berjalan.

Kini kita berjumpa kembali dalam suatu acara Reuni Perak. Sudah seperti apakah kita sekarang? itu bukanlah suatu permasalahan. Karena yang lebih penting dari itu adalah merekatkan kembali juga mengeratkan kembali ikatan – ikatan silaturahmi yang pernah ada, hingga kita sekarang ini bisa menjadi seperti dahulu yaitu senasib sepenanggungan. Merasa senasib seperti pada waktu masa – masa sekolah dahulu walaupun sekarang kita sudah mempunyai tngkatan kehidupan yang berbeda. Harus kita usahakan sedemikian rupa hingga mampu membuata seperti tidak ada jarak diantaranya. Apalah arti2 jabatan kita , harta kita yang ada sekarang ini jika hanya menjauhkan diri  kita dari teman – teman yang pernah mengisi indahnya  hari – hari kita dahulu. Alangkah indahnya apabila jabatan, kedudukan, dan harta yang telah dianugerahan kepada kita itu bisa menjadi manfaat untuk teman – teman kita, melalui dan diawali dari pertemuan di Reuni Perak. Itulah sebenarnya makna yang mendalam dari arti sebuah Reuni. Jika hal ini yang kita lakukan Insya Allah reuni itu akan sangat bermanfaat.

Selanjutnya yang perlu dihindarkan adalah  reuni  yang isinya hanya  sekedar  acara kangen – kangenan dan pesta – pesta yang jauh dari nilai – nilai keberkahan. Kalau hal  itu yang dilaksanakan secara umum akan terjadi dan terjalin kembali  suatu hubungan yang sifatnya di luar jalur, atau sering diistilahkan CLBK ( Cinta Lama Bersemi Kembali / Cinta Lama Belum Kelar ). Secara pribadi hal yang demikian ini akan tersa sangat indah, tetapi kalau dikaji lebih mendalam justru akan meruntuhkan apa – apa yang telah dicapai selama ini, seperti Keluarga, karir di pekerjaan dan juga harta benda yang telah dimiliki.

Ada sisi lain yang harus benar – benar dihindarkan dalam reuni yaitu, reuni yang isinya hanya sekedar bentuk pameran kesuksesan alumni, hal ini lah yang akan menciptakan jurang pemisah diantara teman – teman kita dahulu. Teman kita yang merasa belum sukses secara duniawi ( belum punya keluarga, belum punya anak, belum punya pekerjaan/jabatan, belum punya kendaraan ) akan merasa enggan untuk mengikuti kegiatan reuni tersebut. Semisal teman kita itu berkenan hadir maka dia akan merasa minder untuk mengikuti kegiatan tersebut. Terakhir dari tulisan ini yaitu, mari kita merenung bersama,  semoga dengan merenung ini, sebagai Alumni SPG Negeri 1 Jakarta,  Kita akan mampu menghindarkan diri  dan akan dijauhkan dari sifat – sifat suka pamer dan juga sifat sombong. 

SERIAL BANG UDIN 6

SEPERTI KILAT
Sore itu Mas Paijo mau ke apotik untuk menebus resep obat terbaru buat istrinya tercinta. Di jalan masuk desa ia bertemu Bang Udin yang sedang mengendarai motornya, iapun berhenti dan menyapanya.
Mas Paijo   : “Wah keren banget .. motornya baru ya Bang....?”
Bang Udin : “Ah udah beberapa hari aku beli... Ini buat istriku.”
Mas Paijo   : “Wooouww... istrimu sudah bisa naik motor Bang..?”
Bang Udin : “Udah lah.. malah kalau naik motor kaya kilat”
Mas Paijo   : “secepat kilat kaya pembalap ya Bang?”
Bang Udin : “Bukan itu maksudnya... tapi ya kaya kilat aja, suka menyambar pohon... “
BAWEL
Walaupun ngomongnya medhok, Mas Paijo itu kalau di rumah cerewetnya minta ampun. Dari pagi sampai sore ngomong terus. Sedikit – sedikit dikomentari, apa saja yang tidak berkenan pasti komentarnya panjang sekali.  Sore ini ia terlihat baru pulang mengantar istrinya dari dokter. Melihatnya Bang Udinpun menyapa
Bang Udin   : " istrimu sakit apa Mas..?"
Mas Paijo     : " Biasa stres... Bang" jadi tensinya naik terus..
Bang Udin   : “Wah pasti obatnya banyak dan mahal dong Mas...
Mas Paijo   : “ Gak tuh  Bang.. gak dikasih obat sama sekali dia, malah aku ini yang di kasih obat tidur. Aku  disuruh minum tiga kali sehari, biar istriku cepat sembuh katanya....
NAMA ANAK
Seperti biasa Bang Udin dan Mas Paijo duduk – duduk di Pos Ronda. Mereka sedang asyik ngobrol dan tiba – tiba sebuah mobil lewat di depan mereka.
Mas Paijo      :Tuh Bang.. keren ya Pak Arif, mobilnya baru..                eh  anaknya baru lahir juga. Namanya bagus banget yaitu Arni. itu nama tanda cinta bapak Arif dan Ibu Nisa.. Harus gitu Bang.. kalau cinta ama istri, nama anaknya ada gabungan dari nama bapak ama ibunya.
Bang Udin   : kata siapa begitu, tuh tetanggaku gara-gara mau ngasih nama anak pake nama gabungan orang yang bantu waktu lahiran malah jadi barantem mulu...
Mas Paijo        : yang mana Bang..
Bang Udin      : itu anaknya Pak Abas.
Mas paijo        : memangnya siapa nama anaknya Bang...?
Bang Udin      : kan waktu lahiran dibantu ama dokter Kukuh Triyadi ama bidan Ella, terus nama bapaknya Abas dan nama ibunya Kokom. jadi deh tu anak namanya KUE BASKOM
NGOBROL
Pagi-pagi Mang Yayan sudah ngobrol ama Bang Udin.
Mang Yayan : Bang kok aku bingung ya kalau ngobrol ama bapak – bapak di sini, gimana sih Bang caranya biar keliatan akrab?
Bang Udin     : Gampang Mang.. liat aja pekerjaannya. Kalau dia tukang tahu ngobrollah seputar tahu. Kalau ketemu tukang sayur ya bicaralah tentang sayuran. Kalau ketemu tukang lontong ya ngobrol aja tentang lontong gampang kan...?
Mang Yayan : Kalau saya ketemu  ketiga - tiganya gimana Bang ngobrolnya?
Bang Udin     : Gampang...ngobrol aja tentang gado-gado...
NASIONALIS
Malam ini Mas Paijo sedang berkeluh kesah tentang keadaan umum di masyarakat yang ia lihat dari berita di televisi.                              Mas Paijo      : Duh Bang... orang sekarang kok gampang tawuran ya..
Bang Udin  : Ya terang aja, orang sekarang senengnya mementingkan diri sendiri, g kaya orang dulu selalu menjunjung tinggi tanah dan air makanya rukun.
Mas Paijo   : Menjunjung tinggi tanah dan air gimana Bang Maksudnya...
Bang Udin     : Lo liatin aja orang jaman dahulu kalau minum.
Mas Paijo       : Waduh Bang makin g ngerti saya...
Bang Udin     : Orang dahulu kan kalau minum pake kendi langsung, kendi dari tanah dan isinya air., terus kalau minum kan diangkat. jadi itu kan menjunjung tinggi tanah dan air...
Mas Paijo       : @-*&>"(%$+\2

GURU DAN SIFAT–SIFAT AIR

airAir sangat kita perlukan dalam kehidupan. Tanpa air tidaklah mungkin kita bisa hidup. Sebagai makhluk, kita akan dapat bertahan hidup tanpa makanan, tetapi kita akan sulit bertahan hidup tanpa air. Perlu kita ketahui bahwa hampir hampir sebagian besar dari tubuh kita adalah berupa air. Itu sebabnya kita sangat tergantung kepada air. Bagaimanakah sifat – sifat dari itu ? Sifat - sifat air itu diantaranya :
1. mengalir ke tempat yang lebih rendah.
2. Permukaan air yang tenang selalu mendatar.
3. Menekan ke segala arah.
4. Bentuknya seperti wadahnya.
Yang saya sebutkan ini hanya sebagian dari sifat - sifat air tersebut, Lalu apa kaitannya dengan SEORANG GURU ?
Apa GURU hanya boleh tau itu saja dari sifat - sifat air?
Atau GURU harus menghapal sifat - sifat air sebagai bahan untuk mengajar?
Yang lebih penting lagi apakah guru mampu meniru sifat air tersebut dan sebagai guru mampukah kita menempatkan diri kita sebagai air itu sendiri. Sebagai contoh


1. Air mengalir ke tempat yang lebih rendah
Sebagai seorang guru, yang diharapkan sebagai sumber ilmu/nara sumber ilmu tidak menempatkan diri kita di tempat yang tertinggi ( tempat asal sumber air ) tetapi kita mau keluar untuk mengabdikan apa yang kita miliki ini dan mau berbagi serta bergaul dengan siapa saja walau orang tersebut termasuk orang yang tidak mampu. Justru di tempat lebih rendah itulah air memberi kehidupan dan kesuburan. Pengertiannya yaitu kita harus mampu memberikan jalan yang terbaik bagi orang - orang yang tidak mampu ini agar mereka mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

2. Permukaan air yang tenang selalu mendatar.                   Kontek ini sangatlah cocok dengan kepribadian seorang guru. Seseorang yang berkepribadian tenang itu adalah orang memiliki kematangan jiwa. Orang yang demikian ini, mengerti, dan menguasai suatu keadaan tertentu dimana dia berada. Orang yang tenang bertindak dengan perhitungan yang matang, dan dia tidak grasa grusu dalam melakukan sesuatu. Seperti yang yang tertulis dalam Undang – undang No. 14 Tahun 2005 Pasal 8 yaitu tentang Kualifikasi, Kompetensi, dan Sertifikasi dimana pada penjelasannya tentang kompetensi guru disebutkan bahwa seorang guru harus memiliki kompetensi kepribadian selain 3 kompetensi lainnya.

3.  Menekan ke segala arah.                                                      Seorang guru harus dapat memberi dorongan kepada siapa saja yang menjadi muridnya tanpa membedakan status sosial orang tuanya. Dorongan yang dimaksud di sini adalah dorongan dan motovasi kepada siswa – siswanya agar mampu mencapai prestasi maksimal yang seharusnya dimilikinya. Dalam hal ini guru harus mengenal secara lebih mndalam siswa – siswanya sehingga guru mampu memberikan alternatif – alternatif terbaik bagi siswanya tersebut dalam mencapai presatasi yang diharapkannya.

4. Bentuknya seperti wadahnya.                                                  Sifat yang diharapkan ada pada setiap guru di sini  adalah bahwa seorang guru tidak hanya mampu mengajar di depan kelas saja. tetapi di harus mempu bersosialisasi dengan baik di masyarakat dan dapat berbaur dengan segala lapisan masyarakat.