Masih ingatkah dengan istilah Pak Bon? Siapakah dia? Apakah dia orang yang terkenal? Ataukah dia orang yang penting buat kita? Atau mungkin saudara semua sudah tidak ingat lagi siapa itu Pak Bon, atau mungkin juga tidak tahu sama sekali siapa itu Pak Bon. Apa Pak Bon itu orang yang rajin nge Bon di kantor yaaaa…? Saya berharap saudara semua bisa mengenang kembali ke masa – masa waktu bersekolah di SD. Saat kita pertama kali masuk ke sekolah, dimana orang tua kita dengan setia menunggu kita belajar. Sebagai siswa baru sering kita merasa was – was dimanakah orang tua kita, sehingga saat belajar kita lebih banyak melihat jendela. Seiring berjalannya waktu akhirnya kita berani belajar tanpa ditunggu orang tua. Tetapi ada saat yang mungkin menegangkan dimana kita ingin ke belakang… ada perasaan takut izin kepada guru, ada perasaan takut berjalan sendiri ke kamar kecil yang ada di sekolah, ada perasaan jijik dengan kamr kecil yang dimiliki sekolah hingga kita enggan ke belakang saat keinginan ke belakang itu ada, dan berbagai macam alesan yan membuat kita tidak jadi ke belakang sehingga kadang kita terpaksa justru buang hajat di dalam kelas sambil menangis. Melihat keadaan itu biasanya ibu guru lalu membujuk dan menasehati kita. Selanjutnya apa ? tidak berapa lama ibu guru memanggil seseorang untuk membersihkan kotoran kita yang ada di dalam kelas. Dan dengan cekatan orang tersebut membersihkan kotoran kita tanpa rasa jijik sekalipun. Begitu juga ketika makanan kita tumpah dengan ketulusan orang tersebut menyapu dan membersihkan meja kita. Saat pagi – pagi sekali kita datang orang tersebut, sudah ada kita, menyambut kita dengan senyum terindahnya sambil membersihkan halaman sekolah. ya orang itulah Pak Bon. Orang yang banyak jasanya pada saat kita masih bersekolah di SD. Dia lakukan semua pekerjaan yang menuntut tanggung jawabnya untuk selalu menjaga kebersihan sekolah. Sering kita dengar istilah Kebersihan adalah pangkal kesehatan, lalu kita disuruh ibu guru untuk membuat jadwal piket. walau demikian tetap saja Pak Bon mempunyai peranan yang sangat penting dalam menjaga kenyamanan, kebersihan dan keasrian sekolah kita. Juga saat kita sendiri di tengah keramaian sekolah biasanya Pak Bon mendekati, dan mengajak kita mengobrol tentang apa saja. Begitu juga saat kita terlupa membawa perlengkapan seragam, kita buru – buru mencarinya untuk meminjam apakah ad persiaan topi atau dasi yang dia simpan, dan dengan hati dia meinjamkan perlengkapan tersebut, mhhhh.. maka selamatlah kita dari hukuman bapak atau ibu guru. Kalau kita lihat kenyataan itu, Dia bukan guru, tetapi banyak yang dilakukannya selalu menunjang, memperlancar dan membuat suasana yang kondusif dalam belajar kita. Dia bukan guru, tetapi apa yang dilakukan, selalu menunjukkan bahwa dia seseorang yang berjiwa guru.
Dalam sebuah cerita ada seorang Pak Bon yang sudah cukup tua, walau begitu tidak hilang semangat dan kegesitannya dalam melaksanakan tugasnya. Semua pekerjaan dilakukannya dengan penuh kegembiraan. Pada suatu hari ia bertemu anak baru di sekolah, karena masih menyendiri maka Pak Bon menemani dan mengajakanya mengobrol, dia menanyakan sekolah murid itu sebelumnya, kenapa pindah dan dimana tinggalknya sekarang. Karena masih belum mampu beradaptasi dengan sekolah barunya, anak itu jadi sering ngompol di kelas. Hal itu terjadi karena dia takut untuk minta izin keluar. Maka Pak Bon itupun sering membantunya saat ke belakang, juga menggantikan celananya yang basah karena ompolnya. Sekian puluh tahun kemudian sekolah itu kedatangan seseorang kaya yang mencari – cari Pak Bon tersebut. Ternyata orang kaya itu adalah anak kecil yang sering dibantunya dahulu. Ia datang bukan mencari gurunya tetapi mencari Pak Bon tersebut. Ia datang dengan membawa kabar gembira yaitu ia telah mendaftarkan Pak Bon tersebut sebagai jamaah haji untuk tahun ini.
Apa yang saya ceritakan semoga bisa menjadi pembelajaran bahwa apapun pekerjaan yang kita lakukan, maka lakukanlah pekerjaan itu dengan kesungguhan dan keikhlasan, Insya Allah pekerjaan itu selain mendapat imbalan berupa upah ataupun gaji, juga akan bisa menjadi ladang amal yang suatu saat nanti pekerjaan itu akan membuahkan sesuatu yang manis.