Laman

Kamis, 27 Oktober 2011

GURU DAN SIFAT–SIFAT AIR

airAir sangat kita perlukan dalam kehidupan. Tanpa air tidaklah mungkin kita bisa hidup. Sebagai makhluk, kita akan dapat bertahan hidup tanpa makanan, tetapi kita akan sulit bertahan hidup tanpa air. Perlu kita ketahui bahwa hampir hampir sebagian besar dari tubuh kita adalah berupa air. Itu sebabnya kita sangat tergantung kepada air. Bagaimanakah sifat – sifat dari itu ? Sifat - sifat air itu diantaranya :
1. mengalir ke tempat yang lebih rendah.
2. Permukaan air yang tenang selalu mendatar.
3. Menekan ke segala arah.
4. Bentuknya seperti wadahnya.
Yang saya sebutkan ini hanya sebagian dari sifat - sifat air tersebut, Lalu apa kaitannya dengan SEORANG GURU ?
Apa GURU hanya boleh tau itu saja dari sifat - sifat air?
Atau GURU harus menghapal sifat - sifat air sebagai bahan untuk mengajar?
Yang lebih penting lagi apakah guru mampu meniru sifat air tersebut dan sebagai guru mampukah kita menempatkan diri kita sebagai air itu sendiri. Sebagai contoh


1. Air mengalir ke tempat yang lebih rendah
Sebagai seorang guru, yang diharapkan sebagai sumber ilmu/nara sumber ilmu tidak menempatkan diri kita di tempat yang tertinggi ( tempat asal sumber air ) tetapi kita mau keluar untuk mengabdikan apa yang kita miliki ini dan mau berbagi serta bergaul dengan siapa saja walau orang tersebut termasuk orang yang tidak mampu. Justru di tempat lebih rendah itulah air memberi kehidupan dan kesuburan. Pengertiannya yaitu kita harus mampu memberikan jalan yang terbaik bagi orang - orang yang tidak mampu ini agar mereka mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

2. Permukaan air yang tenang selalu mendatar.                   Kontek ini sangatlah cocok dengan kepribadian seorang guru. Seseorang yang berkepribadian tenang itu adalah orang memiliki kematangan jiwa. Orang yang demikian ini, mengerti, dan menguasai suatu keadaan tertentu dimana dia berada. Orang yang tenang bertindak dengan perhitungan yang matang, dan dia tidak grasa grusu dalam melakukan sesuatu. Seperti yang yang tertulis dalam Undang – undang No. 14 Tahun 2005 Pasal 8 yaitu tentang Kualifikasi, Kompetensi, dan Sertifikasi dimana pada penjelasannya tentang kompetensi guru disebutkan bahwa seorang guru harus memiliki kompetensi kepribadian selain 3 kompetensi lainnya.

3.  Menekan ke segala arah.                                                      Seorang guru harus dapat memberi dorongan kepada siapa saja yang menjadi muridnya tanpa membedakan status sosial orang tuanya. Dorongan yang dimaksud di sini adalah dorongan dan motovasi kepada siswa – siswanya agar mampu mencapai prestasi maksimal yang seharusnya dimilikinya. Dalam hal ini guru harus mengenal secara lebih mndalam siswa – siswanya sehingga guru mampu memberikan alternatif – alternatif terbaik bagi siswanya tersebut dalam mencapai presatasi yang diharapkannya.

4. Bentuknya seperti wadahnya.                                                  Sifat yang diharapkan ada pada setiap guru di sini  adalah bahwa seorang guru tidak hanya mampu mengajar di depan kelas saja. tetapi di harus mempu bersosialisasi dengan baik di masyarakat dan dapat berbaur dengan segala lapisan masyarakat.

 


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar