Kita sering mendengar istilah rutinitas dalam lingkup pergaulan kita
sehari – hari. Sebenarnya apa itu rutinitas. Rutinitas berasal dari kata
rutin yang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia rutin memiliki pengertian prosedur yang teratur dan tidak berubah-ubah. Dan prosedur itu sendiri adalah tahapan – tahapan tertentu pada suatu program yang harus dijalankan untuk mencapai suatu tujuan. Jika kita gabungkan pengertian di atas bahwasanya rutin itu adalah suatu langkah-langkah atau tahapan – tahapan pada suatu program ( aktivitas / kegiatan tertentu ) pada suatu program yang telah dirancang untuk mencapai program, yang dilakukan secara teratur, tidak berubah – rubah. Selain itu rutin biasanya dilakukan secara terus – menerus dan berkelanjutan. Dengan demikian rutinitas sepertinya sudah memaku kita pada suatu aktivitas tertentu, tanpa kita memiliki pilihan – pilihan. Akitivitas yang demikian pada awal – awalnya tidak memiliki efek kejenuhan pada diri kita, namun seiring berjalannya waktu kejenuhan itu pasti akan muncul. Jika kejenuhan itu selalu ada dalam aktivitas yang dilakukan, maka mulai munculah stres ringan. Dampak yang nyata dari hal ini adalah timbulnya kebosanan dalam melakukan akitivitas itu sendiri.
Usaha apa yang harus kita lakukan jika kebosanan itu timbul? Tentunya hal ini perlu dicermati oleh semua pihak yang memiliki kaitan dengan rutinitas itu sendiri. Pihak – pihak itu adalah si pelaku akitivitas, yang kedua adalah orang yang terkena dampak dari aktivitas si pelaku. Kembali ke pertanyaan semula yaitu usaha apa yang harus dilakukan jika kebosanan itu timbul, maka yang pertama harus dperhatikan yaitu si pelaku. Jika si pelaku adalah seorang pekerja/pegawai/abdi negara, agar tidak timbul kebosanan dalam dirinya yaitu menyelingi rutinitasnya itu dengan hal-hal yang lain tanpa merugikan produktivitas aktivitasnya. Contoh nyata yang sedang booming saat ini yaitu seperti yang dilakukan oleh Briptu Norman, dimana disela-sela tugasnya menyelingi dengan menyanyikan lagu – lagu India kesukaannya. Hal ini merupakan bagian dari menghilangkan kebosanan pada rutinitas hariannya. Selanjutnya adalah orang – orang yang terkena dampak atau berhubungan langsung dengan aktivitas si pelaku. Orang – orang ini bisa rekan kerja, anak buah, ataupun atasannya. Rekan kerja, anak buah dan atasan adalah orang – orang yang memiliki peran penting dalam menghilangkan kebosanan pelaku pada rutinitasnya. Jika mereka mampu melakukan kerjasama yang baik maka rutinitasnya itu akan menjadi suatu aktivitas yang menyenangkan dan selalu menantang setiap harinya. Tetapi sebaliknya jika mereka tidak mampu diajak bekerjasama, maka kebosanan akan cepat muncul.
Dari sekelumit uraian di atas dapat kita simpulkan bahwa rutinitas sebagai suatu akitivitas dapat menimbulkan suatu kebosanan. Agar hal ini tidak muncul maka harus ada faktor pendorong dari dalam diri pelaku (Internal ) dengan menyelipkan kegiatan lain yang tanpa merugikan kegiatan intinya, dan juga faktor dari luar pelaku (eksternal) berupa kerjasama yang baik dengan pelaku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar