Laman

Rabu, 28 April 2010

Selamat Jalan Kawanku

“ Pantesan macem - - macem chordnya, Kang Purwa dari Ciledug yang main, kirain siapa tadi”. Ngomong – ngomong Pak Wito kursus di mana” lanjutnya. “ Ah nggak kok saya cuma ngrasain melodinya aja, terus kayaknya chord miringnya tuh lebih enak kalau begini”. Tapi Pak Wito mainnya asyik banget” imbuhnya,  “Ah biasa aja kok, masih lebih Asyik Pak  Haji, lagu dangdut mlintir kaya apa aja pasti bisa mainnya” jawabku. Dia tersenyum sambil berkata, “ Wah bisa aja nih Pak Wito”

Itulah sepenggal pembicaraan yang kami lakukan waktu Hari Kamis, 22 April 2010, disaat pelaksanaan Lomba Paduan Suara dalam rangka Peringatan Hari Kartini di Gedung Nyi Mas Melati.dengan dilanjutkan banyak sekali lainnya, pembicaraan yang hangat setiap kali kita  bertemu dengannya, Kami selalu berdiskusi H. Kahlan n metentang  seputar penyelenggaraan lomba, materi lomba yang sekarang diikuti, kegiatan – kegiatan di sekolah, dan masih banyak lagi lainnya. Hari itu dia begitu mengagumi keyboard yang aku bawa, banyak hal yang dia tanyakan tentang keyboardku itu dari jenis stylenya hingga kualitas bunyi. Dia mengamati dengan seksama detil – detil keyboardku itu, terus mencobanya sebentar. semua itu kita lakukan di sela – sela menunggu giliran tampil ke panggung perlombaan.

Yah begitulah kami jika bertemu selalu dalam berbagai macam kegiatan perlombaan di bidang seni musik, entah itu Lomba Seni dan Kreativitas Siswa, Lomba Vokal Solo, Lomba Paduan Suara dan Lomba Bidang Studi. Kami berdua memang berprofesi sebagai guru musik di dua sekolah yang berbeda dengan wilayah yang berbeda pula. Jadi jika bertemu selalu bersaing untuk menunjukkan kelebihan dari bakat siswa kami masing – masing.

Hari Selasa, 27 April 2010 adalah hari dimana diadakan pelaksanaan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional Sekolah Dasar untuk seleksi Tingkat Kota.  Sesampai di tempat lomba aku mencari dia, ternyata dia tak kunjung terlihat, sampai akhirnya acara pembukaan pun dimulai. Pembawa acara mengucapkan terima kasih kepada seluruh hadirin dan juga pejabat tingkat kota yang berkenan hadir. Selanjutnya dia mengumumkan berita duka cita bahwa telah berpulang ke Rahmatullah seorang Pahlawan pendidikan, dia menyebutkan nama Bapak H. Kahlan dari Kec. Cipondoh.

Aku merasa tidak mempercayai pendengaranku sendiri, aku tak mampu mengucapkan kata – kata, dan hanya tertunduk lemas…  dia yang beberapa hari yang lalu terlihat, segar bugar, cerah ceria, muda dan bersemangat,ternyata takdir menentukan lain untuk jalan hidupnya. dalam keterdiaman itu tak terasa air mataku mengalir, dan aliran air mata ini makin deras setelah pembawa acara mengajak para hadirin untuk mengirimkan Fatihah untuknya.

Aku banyak diam selama kegiatan itu, dan dari berita yang disampaikan oleh rekan yang satu kecamatan dengannya, dia meninggal karena darah tinggi dan stroke. Masih lekat dalam bayangan, dia adalah sosok yang supel dengan senyum yang ramah, dan perkataannya yang santun. Kini dia telah tiada, untuk menemui Sang Khaliq. Selamat jalan teman, semoga semua amal bakti dan ibadahmu diterima oleh Allah SWT, diampuni segala dosa-dosamu, dan dilapangkan serta diterangkan alam kuburmu. Hanya doa yang dapat kuberikan untukmu, semoga Allah mengabulkannya. Amin…

3 komentar:

  1. ceritanya menyentuh Pak, memang ga ada yg tau panjang usia seseorang ya Pak. Semoga alm. diterima di sisi Allah SWT, amin :)

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Semoga kita - kita yang masih diberikan kenikmatan umur panjang dan nikmat sehat akan selalu ingat akan kematian yang sewaktu-waktu datang menjemput serta membiasakan hidup sehat agar terhindar dari penyakit.

    BalasHapus