Laman

Sabtu, 24 April 2010

SUPIR ANGKOT

Motor kujalankan tidak terlalu kencang, sekitar 30 km/jam dan dengan kecepatan yang seperti itu aku berjalan agak kepinggir. Rasanya ini cara berkendaraan yang cukup aman untuk tingkat keamanan berkendara di daerah pinggiran Jakarta. Dan dengan tetap kewaspadaan yang cukup tinggi aku mengontrol laju motor yang kubeli dengan cara kredit itu. Berjalan seperti itu lebih terasa nikmat lagi karena di belakangku memeluk dengan mesra istri tercinta. Dan sangat terasa hari itu benar – benar hari yang indah. Apalagi perjalananku itu adalah perjalanan pulang, setelah menerima rapelan gaji. Terasa makin lengkaplah keindahan hari itu. Badan terasa ringan sekali, nafas lebih plong walau udara agak berdebu, aliran darah terasa lancar dan jantung berdegub dengan lembut dan teratur. Terbayang nanti sore nongkrong di tenda, sambil makan seafood kesukaan keluargaku.

Rupanya bayangan kenikmatan itu tidak diizinkan untuk berlama – lama, karena tiba –tiba sebuah mobil angkot memotong jalanku. Untung stang motor masih sempat kubelokkan ke arah kiri sehingga terhindar dari benturan yang fatal. Dan untuk menghindari agar angkot5tak menabrak trotoar kulakukan pengereman yang mendadak. Alhamdulillah di belakangku tak ada kendaraan, sehingga tak terjadi tabrak belakang. Ketika berhenti mendadak itu aku liat supir angkot buru – buru menaikan penumpang dan langsung tancap gas. Aku merasa keindahan hari itu sangat terusik oleh ulah supir angkot yang ugal –ugalan. Karena perbuatan yang seenaknya itu, aku merasa tidak terima diperlakukan seperti itu, tanpa pikir panjang lagi kukebut motorku dan kukejar sopir angkot itu. Kusejajarkan laju motorku dengan angkot itu tepat di sebelah sang sopir. Mungkin karena bersalah dan kukejar, akhirnya sopir itu menghentikan juga laju angkotnya, dan akupun berhenti tepat di samping pintu depan dekat supir. Dengan menahan kekesalan kutegur  supir itu agar tidak seenaknya saja membawa kendaraan. Dan dengan wajah yang dibuat seolah – olah bersalah walau memang sebenarnya sangat bersalah dia mengatakan minta maaf karena sedang mengejar setoran. Sebenarnya hati sangat panas mendengar ucapannya, tapi aku tidak mau berlama – lama debat kusir tentang benar salah dengan supir angkot itu. Dan itu hanya akan membuang – buang waktu saja. Aku lanjutkan perjalanku yang sudah  terkontaminasi dengan kejadian itu.

Sesampai di rumah aku berpikir kenapa secara umum supir angkutan yang ada itu kurang dalam hal kedisiplinan di jalan. Seperti kejadian tadi. hanya gara – gara ingin mendapatkan uang setoran keselamatan orang lain diabaikan. Dan hal itu hanya kejadian kecil yang  sangat mungkin terjadi tiap waktu. Seperti kejadian di Jakarta Pusat beberapa tahun yang lalu, dimana 2 metromini saling kebut-kebutan hanya untuk rebutan penumpang yang akhirnya salah satu metromini tercebur ke kali dan menewaskan sebagian besar penumpangnya, dan juga berapa banyak pengendara lain terserempet, tertabrak, menabrak karena angkot yang berhenti  mendadak.

Timbul pertanyaan apa yang harus dibenahi agar kejadian yang seperti ini tidak terulang kembali. Menurutku harus ada pembenahan dari berbagai aspek, agar profesi supir angkot itu tidak hanya sekedar mampu menjalankan kendaraan saja seperti :

  • Perekrutan tenaga supir dengan kulifikasi pendidikan dasar tertentu. Misalnya Pendidikan serendah – rendahnya SLTP.
  • Pengetatan pemberian SIM.
  • Harus memiliki serifikat uji kelayakan sebagai supir kendaraan angkuatan umum. ( walau sudah ada SIM )
  • Memiliki surat keterangan sehat dan bebas dari pengaruh obat – obatan terlarang dan minuman keras.
  • Adanya ketentuan upah minimum bagi para supir. ( untuk menghindarkan adanya nguber setoran )
  • Pemberian bonus dan tunjangan wajib oleh para pengusaha angkutan kepada supir armadanya masing – masing.
  • Pemberian sangsi yang ketat mulai dari pencabutan sertifikat hingga SIM, bagi supir yang yang tidak disiplin di jalan.

Hal yang diketengahkan di atas adalah mengenai hak dan kewajiban para supir angkutan agar dapat bekerja dengan memperhatikan keselamatan kerja bagi semuanya, baik  supir itu sendiri  maupun pengguna jalan yang lain. Demikian, semoga dapat bermanfaat bagi yang berkaitan dengan masalah ini…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar