KARYAWISATA DALAM PEMBELAJARAN
Karyawisata adalah suatu kegiatan dalam bentuk kunjungan untuk menambah pengetahuan atau wawasan yang bersifat menyenangkan hati. Kegiatan menyenangkan hati ini dapat dimaknai sebagai sebuah aktivitas yang membawa kegembiraan bagi yang melakukannya. Kegembiraan itu sendiri dapat diperoleh jika mau melakukan suatu aktivitas yang kreatif atau aktivitas yang lain dari biasanya. Atau dapat dikatakan juga sebagai keluar dari rutinitas.
Sebagai seorang siswa yang waktunya lebih banyak digunakan untuk belajar di dalam kelas, konteks keluar dari rutinitas dapat diartikan sebagai belajar tidak di dalam ruangan kelas, atau dapat juga belajar tidak di dalam lingkungan sekolah. Belajar yang dilakukan bukan di dalam ruangan kelas atau diluar lingkungan sekolah, dapat membawa pada pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa. Hal ini dapat dimungkinkan karena rutinitas belajar yang dilakukan siswa, lebih banyak di dalam kelas. Atas dasar itu pula maka kegiatan belajar mengajar yang biasanya dilakukan di dalam kelas, sekali waktu perlu dilakukan di luar kelas atau di luar lingkungan sekolah. Dengan belajar di luar lingkungan sekolah siswa akan lebih mudah mendapatkan konsep – konsep atau fakta – fakta dalam bentuk yang lebih nyata atau riel. Dan dari hal yang dilakukan tersebut diharapkan tingkat daya serap siswa terhadap suatu materi akan lebih meningkat, karena siswa mengalami langsung. Karena sifatnya yang digunakan adalah, sebagai bagian dari suatu cara untuk menyampaikan materi, maka karyawisata ini digolongkan sebagai sebuah metode pembelajaran.
Mengutip pendapat Wijaya dan Rusyan bahwa Karyawisata sebagai metode pembelajaran memiliki kelebihan – kelebihan diantaranya adalah :
1. Membuat pengalaman edukatif dan pribadi yang bermutu.
2. Membentuk sensorik ( siswa dapat merasakan secara langung peristiwa yang sebenarnya. )
3. Memperdalam pengalaman – pengalaman tentang gejala alam.
4. Menumbuhkan rasa puas terhadap pesertanya.
5. Menumbuhkan minat dan perhatian siswa terhadap kegiatan dan benda – benda di sekitarnya.
6. Melebur pembelajaran sekolah ke dalam lingkungan yang lebih luas.
Agar kegiatan belajar mengajar yang dilakukan di luar lingkungan sekolah ini lebih terarah, tertib, serta meningkatkan keingintauan siswa terhadap materi yang dipelajari dan juga benar – benar terfokus pada materi itu sendiri, tentunya diperlukan suatu perencanaan yang matang. Perencanaan yang matang sangat diperlukan mengingat karyawisata sebagai suatu metode memerlukan waktu yang lebih lama, pembiayaan yang lebih banyak, dan juga cukup menguras tenaga. Hal – hal yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan metode karyawisata ini adalah :
1. Perumusan tujuan
2. Waktu pelaksanaan.
3. Tempat pelaksanaan.
4. Besarnya biaya pelaksanaan
5. Sarana dan prasarana penunjang
6. Kegiatan yang akan dilaksanakan
7. Jumlah peserta. ( Siswa, Guru Pendamping dan Satuan Pengamanan )
8. Tingkat keamanan
Secara lebih terperinci dalam karyawisata terdapat tujuan – tujuan lain yang dapat dicapai diantaranya yaitu :
1. Penanaman cinta terhadap seni, budaya dan alam sekitar.
2. Pengenalan sejarah perjalanan bangsa.
3. Penanaman cara – cara pelaksanaan ibadah. ( Sholat jama’ qashar )
4. Pembuatan laporan dalam bentuk cerita dan tertulis.
5. Pengenalan budaya suatu daerah dan acara perpisahan.
Dari berbagai hal yang telah dijelaskan di atas, tentunya peran orang tua murid sangatlah menentukan. Hal yang terpenting adalah kepercayaan orang tua murid dalam memberikan izin kepada putra – putrinya untuk mengikuti kegiatan ini. Selain daripada itu kegiatan karyawisata ini, tidak akan sukses tanpa partisipasi financial dari orang tua murid itu sendiri. Kesimpulan yang dapat diambil dari wacana ini adalah bahwa Karyawisata sebagai suatu kegiatan dalam bentuk kunjungan untuk menambah pengetahuan atau wawasan yang bersifat menyenangkan hati, perlu adanya suatu perencanaan yang matang, dengan menempatkan berbagai tujuan dari berbagai mata pelajaran dan diperlukan adanya kerjasama yang baik antar pihak sekolah dengan orang tua murid.
Tiada gading yang tak retak, demikian suatu peribahasa mengatakan. Dari hal tersebut saya menyadari bahwa sebagai bahan penambah wawasan dan pembelajaran tentunya apa yang saya tulis masih banyak kekurangannya. Untuk itu, saran – saran yang sifatnya menjadikan wacana ini, sebagai bahan wacana yang lebih bermutu tentunya sangat saya harapkan…..
Ciledug, 20 April 2010 Penulis
Tidak ada komentar:
Posting Komentar