Saat pertama kali aku mengenalnya sekitar 1983 adalah saat yang menggembirankan buatku. Beliau inilah yang sering kulihat di televisi ( waktu itu hanya ada Televisi Republik Indonesia ) dan waktu itu pula aku bisa menjadi siswanya. Rasanya seperti diajar oleh seorang artis. dan aku sangat bangga bisa masuk di SPG Negeri 1 Jakarta tempat beliau bertugas sehari – hari. Dalam pandanganku beliau adalah seorang yang disiplin terutama untuk masalah kerapian berpakaian dan ketepatan waktu. Beliau kurang berkenan kalau murid-muridnya datang terlambat keruangannya. Pernah dalam suatu pelajarannya aku hanya belajar dengan sekitar 10 teman. Karena teman – teman yang lain datang terlambat, sehingga oleh beliau tidak diperkenankan masuk ke ruangannya. Cara beliau mengajar dengan perkatan yang lemah lembut inilah yang akhirnya mampu memberikan pencerahan kepadaku tentang pemahaman akan ilmu musik., Dimana sebelumnya, waktu SMP rasanya aku sulit sekali untuk memahami teori – teori musik. Dari cara beliau mengajar inilah sedikit – demi sedikit aku bisa menyukai musik. Dan akhirnya setelah naik ke kelas II, aku mantapkan diri untuk mengambil spesialisasi musik sebagai pilihan dalam penjurusan. Dari mulai tahapan hanya sekedar bisa akhirnya dapat berubah manjadi tahap kecintaan, dan berkat beliaulah aku menjadi mencintai pelajaran seni musik. Rasa keinginantahuanku terhadap musik selalu beliau penuhi dengan jawaban – jawaban yang sangat mudah kupahami. Karena mungkin melihat tekatku yang besar dalam mempelajari musik, beliau mempercayakan kunci ruangan musik kepadaku. Buatku ini adalah suatu pemberian kepercayaan yang sangat luar biasa. Dalam pandanganku, Ruang Musik di sekolahku itu adalah ruangan yang mewah, yang di dalamnya terdapat berbagai macam alat musik dengan nilai yang mahal untuk ukuran pada saat itu. Dan aku diberi kepercayaan untuk memegang kunci ruangan itu serta diperbolehkan memainkan alat – alat yang aku suka. Rasanya ini seperti hadiah yang sangguh luar biasa dalam hidupku. Dan kepercayaan itu tidak kusia-siakan, yaitu dengan belajar lebih giat lagi waktu mengikuti pelajaran yang beliau berikan, juga banyak menggunakan waktu-waktu luang di sekolah dengan belajar memainkan alat-alat musik yang ada di ruangan musik itu. Dan alat musik yang aku sukai di ruangan itu adalah organ. Jika aku mengalamai kesulitan dengan cara memainkan alat musik itu, ibu Meinar lah yang memberi petunjuk bagaimana cara bermainnya. Dari seringnya menggunakan waktu luang untuk bermain musik di ruang musik itulah, aku memiliki ketrampilan yang lebih dalam hal bermain organ, dan dari ketrampilan ini pula yang kini aku jadikan sebagai senjata andalanku dalam melaksanakan tugasku sehari-hari sebagai guru musik di SD Islam Al Hasanah Ciledug Kota Tangerang. Terakhir aku berjumpa beliau pada waktu halal bihalal Hari Raya Idhul Fitri 1430 H. Kini aku hanya dapat berdoa semoga kesehatan selalu bersamanya dan kebahagiaan melingkupi di hari – hari tuanya. Terimakasih ibu Meinar atas segala ilmu yang telah ibu berikan, dan hanya Allah SWT lah yang akan membalas segala jasa dan jerih payah yang ibu berikan untuk kami dan teman - teman….
Sabtu, 27 November 2010
IBU MEINAR GURUKU
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar